Momentum 72 Tahun Peristiwa Situjuah, Bupati Irfendi Ajak Generasi Muda Melek Sejarah

Upacara dan ziarah di Makam Pahlawan Lurah Kincia, Situjuah Batua, Lima Puluh Kota
Upacara dan ziarah di Makam Pahlawan Lurah Kincia, Situjuah Batua, Lima Puluh Kota (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi ajak generasi muda dapat mengambil hikmah dari Peristiwa Situjuah yang jatuh pada Jumat 15 Januari 2021. Dalam kesempatan ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Lurah Kincia Situjuah Batua, turut hadir Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry S Lahe, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, unsur Forkopimda, dan keluarga para pejuang Peristiwa Situjuah . Termasuk, keluarga Chatib Soelaiman, keluarga Arisun Sutan Alamsyah, keluarga Mayor Zainudin Tembak.

Irfendi Arbi usai ziarah di Lurah Kincia, Situjuah Batua mengajak generasi muda mengambil hikmah perjuangan dan rela berkorban yang telah ditunjukan pejuang peristiwa Situjuah. Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Lima Puluh Kota - Sumbar ada fakta sejarah mempertahankan kemerdekaan Repubulik Indonesia dan berharap para pejuang yang gugur dalam medan tempur di Lurah Kincia tahun 1949 itu diangkat sebagai pahlawan nasional seperti yang diminta masyarakat selama ini.

baca juga: Masih Ada Satu Macan Dahan yang Belum Tertangkap di Kabupaten Lima Puluh Kota

"Peristiwa Lurah Kincia ini merupakan sejarah perjuangan melawan penjajah yang luar biasa. Kita berharap pemerintah pusat agar mengangkat pejuang itu menjadi pahlawan nasional," kata Irfendi Arbi.

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi yang merupakan keponakan kandung dari Thamrin Manan menegaskan bahwa peristiwa Situjuah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PDRI. Disampaikan waktu itu ke dunia Internasional bahwa masih ada pemerintah Indonesia, sehingga batallah Belanda menyatakan Indonesia tidak ada lagi.

baca juga: Perdana, Ketua DPRD Resmikan Penanaman Umbi Porang di Lima Puluh Kota

"Kita harus bangga karena masyarakat Lima Puluh Kota , Payakumbuh, khususnya Sumbar punya saham dalam mempertahankan republik ini dulunya. Itu sejarah, dan tak bisa diubah serta semoga saham tersebut bisa dipertimbangkan oleh pemerintah pusat sebagai bagian rasa nasionalisme, kecintaan kepada bangsa dan negara," kata Riza.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi