Kembali Meningkat, 14 Warga Payakumbuh Positif COVID-19

Kadiskes Payakumbuh dr. Bakhrizal
Kadiskes Payakumbuh dr. Bakhrizal (Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Kota Payakumbuh kembali mencatatkan kasus positif COVID-19 dengan jumlah cukup tinggi, Sabtu 16 Januari 2020. Menurut informasi dari Laboratorium Unand, sebanyak 14 warga Payakumbuh terpapar virus corona .

Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh dr. Bakhrizal mengatakan hingga saat ini angka positif secara keseluruhan sejak dari awal yaitu 651 kasus positif COVID-19. Untuk penambahan 14 kasus ini, 11 orang di antaranya merupakan guru.

baca juga: Dinkes Padang Berikan 1000 Dosis Vaksin Kepada TNI dan Polri

"Sedangkan untuk angka kesembuhan hari ini, Sabtu 16 Januari 2021 dilaporkan ada satu orang yang sembuh yaitu Jarot Yudioko (43 tahun) warga Tiakar dan total kesembuhan sebanyak 590 kasus. Kemudian untuk warga yang positif ini sudah menjalani isolasi," kata dr. Bakhrizal didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly.

Ia menjelaskan belasan warga yang terpapar ini adalah M (57 tahun), seorang perempuan, warga Cubadak Aia (Tigo Koto Diate) berprofesi sebagai Guru MIN, LS (30 tahun), seorang perempuan berprofesi sebagai Guru MIS yang merupakan warga Cubadak Aia (Tigo Koto Diate), dan A (25 tahun), seorang laki-laki yang juga berprofesi sebagai Guru asal Padang Tiakar.

baca juga: Penumpang Garuda Rute Domestik Bisa Tes Rapid Antigen Gratis

Kemudian ada WA (33 tahun), seorang perempuan dari Sawahpadang Aua Kuniang yang berprofesi sebagai Guru SD, NN (34 tahun), seorang perempuan asal Ibuh yang mengajar di salah satu SD di Payakumbuh , dan DN (26 tahun) seorang perempuan yang merupakan warga Tiakar Yang berprofesi perawat di salah satu puskesmas di Payakumbuh serta NA (25 tahun), seorang perempuan di Padang Kaduduak yang bekerja di salah satu Ponpes di Payakumbuh .

"Selanjutnya R (39 tahun), seorang perempuan warga Balai Cacang yang berprofesi sebagai Guru SMK di Payakumbuh , UF (58 tahun), perempuan asal Sungai Pinago yang mengajar di salah satu SD di Payakumbuh , RH (38 tahun), perempuan warga Balai Gadang yang juga seorang Guru SMK. Selain itu, juga ada NMS (30 tahun) seorang perempuan, warga Tarok yang mengajar di salah satu SMK di Payakumbuh , FF (24 tahun) perempuan asal Padang Tinggi Piliang yang merupakan salah satu Pegawai Rumah Sakit di Payakumbuh , S (56 tahun), perempuan dari Parik Muko Aie Lamposi Tigo Nagori yang merupakan Guru SD di Payakumbuh , dan MA (49 tahun), seorang perempuan dari Koto Panjang yang juga berprofesi sebagai Guru SD," katanya.

baca juga: Dinkes Padang Telah Vaksin 10 Ribu Nakes, Kini Giliran Pelayan Publik dan Lansia

Sementara itu, dr. Bakhrizal menambahkan bahwa klaster COVID-19 dari dunia pendidikan bakal terus bertambah. Sebab target Pemko sebanyak 3.600 guru ini tengah dan akan menjalani rapid tes antibodi. Menurutnya, bagi guru yang hasil tesnya reaktif maka akan langsung dilakukan tes swab.

"Sehingga pada saat program sekolah tatap muka dapat memberikan rasa aman kepada semua pihak dan proses tatap muka dapat berjalan aman dari pandemi Covid-19. Untuk itu, salah satu langkah yang diambil tim gugus tugas adalah dengan mengulang screening terhadap guru-guru dan ASN lainnya," ujar Kadiskes Payakumbuh yang akrab disapa Pak Bek ini.

baca juga: Dinkes Padang Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 800 Lansia

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekali 15 hari atau sekali sebulan pihaknya akan melakukan tes swab ulang. Upaya ini dikatakannya untuk mengantisipasi agar anak-anak sekolah tidak terpapar Covid-19 dan tidak ada penularan yang masiv serta tak terkontrol yang terjadi nantinya.

"Diimbau kepada guru untuk mematuhi protokol kesehatan demi anak didik dan mengurangi resiko penyebaran secara cepat lewat anak sekolah karena ini akan sangat tinggi kalau kedepan angka positif semakin naik," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani