Minggu Pagi, Merapi Muntahkan 36 Kali Lava Pijar

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pagi terpantau 36 kali meluncurkan lava pijar
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pagi terpantau 36 kali meluncurkan lava pijar (Ist)

KLIKPOSITIF - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu pagi terpantau 36 kali meluncurkan lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1,5 km menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Minggu pukul 00.00-06.00 WIB, guguran lava pijar Merapi meluncur ke arah barat daya.

baca juga: Aktivitas Merapi, Kekuatan Erupsinya Diprediksi Lebihi Tahun 2006

Selama periode pengamatan itu, menurut BPPTKG, Gunung Merapi juga mengalami 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-23 mm selama 12-188 detik dan enam kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-5 mm selama 5-8 detik.

Asap kawah tebal berwarna putih setinggi tinggi 50 meter di atas puncak kawah teramati selama pengamatan.

baca juga: Aktivitas Merapi Meningkat, Lebih dari Seribu Orang Dievakuasi

Pada periode pengamatan Sabtu (16/1) pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi tercatat 20 kali meluncurkan lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke arah barat daya.

Berdasarkan hasil pengamatan selama sepekan terakhir, dari 8 hingga 14 Januari 2021), BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

baca juga: Dampak Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara

Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan meliputi area dalam radius lima kilometer dari puncak gunung.

BPPTKG menyarankan aktivitas penambangan di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi di dalam kawasan rawan bencana dihentikan serta meminta para pelaku wisata dan pendaki tidak melakukan kegiatan di kawasan rawan bencana.

baca juga: Merapi Erupsi, Penerbangan di Bandara Adisudjipto Normal

Editor: Fitria Marlina