Musim Penghujan, Dinkes Payakumbuh Ingatkan Bahaya DBD

Kepala Dinkes Kota Payakumbuh, Bakhrizal.
Kepala Dinkes Kota Payakumbuh, Bakhrizal. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Payakumbuh mengingatkan warga di daerah tersebut untuk benar-benar memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar demi menghindari kasus demam berdarah (DBD).

Kepala Dinkes Kota Payakumbuh , Bakhrizal menyebut, di musim penghujan seperti saat ini, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan genangan air pada lahan ataupun wadah yang bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.

baca juga: Pemko Payakumbuh Segera Serahkan LKPD 2020, Incar WTP Keenam Beruntun

Dalam beberapa hari terakhir, Kota Payakumbuh dan sekitarnya selalu diguyur hujan, sehingga membuat potensi nyambuk untuk berkembang biak semakin besar.

"Saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir, kalau muncul pula kasus demam berdarah akan membuat kita kalang kabut dalam menanggulanginya. Karena penyakit ini saling mempengaruhi," terang Bakhrizal, Senin (18/1).

baca juga: Perkuat Generasi Muda, BNNK Payakumbuh Seleksi Puluhan Pelajar

Selain memperhatikan lingkungan sekitar, ia juga meminta warga memperhatikan asupan gizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Makanlah makanan gizi seimbang, yaitu ada karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitaman. Jadi bukan mewah. Kita sering salah presepsi bahwa makanan dengan gizi seimbang adalah yang mewah. Jadi bukan seperti itu," terangnya.

baca juga: Empat UMKM Asal Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Ikuti KKI 2021 Seri 1 di Padang

Khusus untuk kasus DBD di daerah tersebut, Bakhrizal menyebut bahwa pada 2020 lalu cukup minim kasus yang ditemukan.

"Kita bersyukur selama pandemi ini kasus DBD kita minim. Kita memang waspada, begitu ada peningkatan jumlah populasi nyamuk kita langsung fogging. Foggingnya pengendalian vektor di lapangan bukan pemberantasan DBD," tegasnya.

baca juga: Ibu Negara Iriana Joko Widodo Ikut Promosikan Tenun Balai Panjang

Selain DBD, penyakit lain yang juga disebutnya harus diwaspadai masyarakat selama musim penghujan adalah diare. Ini juga sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan sekitar dan asupan gizi yang dikonsumsi. (*)

Editor: Taufik Hidayat