Sengketa Pilgub Sumbar Sudah di Registrasi MK, Pengamat Nilai Pelantikan Calon Terpilih Tetap Jalan

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengamat politik Universitas Andalas (Unand), Asrinaldi menyatakan bahwa kesempatan jabatan Gubernur Sumatera Barat akan diisi oleh Pelakasana Tugas (Plt) sangat tipis sebelum pelantikan gubernur baru.

"Meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan telah meregistrasi dua laporan terkait sengketa pemilihan Gubernur Sumatera Barat, belum bisa dipastikan perkara itu akan dibahas nantinya," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Rabu 20 Januari 2021.

baca juga: Wagub Support Pembangunan Rest Area Silaing Bawah

Ia mengatakan bahwa untuk perkara yang masuk dari Sumatera Barat sebanyak tujuh laporan dan seluruhnya telah diregistrasi oleh MK.

"Meskipun begitu, MK akan menilai laporan mana yang memenuhi syarat formil dan materil dalam sebuah perkara itu. Dari tujuh laporan itu hanya ada satu yang memenuhi syarat formil dan materil, yaitu Kabupaten Solok," katanya.

baca juga: Jhoni Allen Marbun Ditunjuk Jadi Sekjen Demokrat Versi KLB

Sementara dua laporan terkait sengketa Pemilihan Gubernur Sumatera Barat berkemungkinan tidak akan diproses lebih lanjut oleh MK, karena tidak memenuhi syarat formil dan materil.

"Dengan begitu, menurut saya untuk laporan itu tidak akan lama lah oleh MK memutusnya dan kesempatan untuk adanya PLT Gubernur itu sangat tipis," lanjutnya.

baca juga: Tingkatkan Nilai Ekonomi Durian, Pemuda Solsel Gelar Festival Durian Koto Rambah Bariang

Seperti diketahui, dalam kalender Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat, pelantikan Gubernur SUmatera Barat terpilih akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari mendatang.

"Masih ada waktu sekitar tiga pekan lagi. Menurut saya itu akan terkejar dan prosesnya tidak akan terlalu lama nantinya dan Gubernur terpilih akan tetap dilantik pada tanggal yang telah ditentukan itu," tutupnya.

baca juga: Ratusan Personel Kepolisian di Polres 50 Kota Ikuti Vaksinasi

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri