Warga Jambak Agam Ditemukan Meninggal Dunia di Dasar Jurang

Evakuasi korban di dasar jurang, Kamis (14/04/2016)
Evakuasi korban di dasar jurang, Kamis (14/04/2016) (Dina Mariana)

KLIK POSITIF – Seorang warga Jorong Jambak Nagari Sianok VI Suku Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam-Sumbar, bernama Reni Astuti (54) ditemukan meninggal dunia di dasar jurang jalan alternatif Bukittinggi -Maninjau via Simpang Panta, tepatnya di kawasan Kelok S Ngarai Sianok, atau sekitar 200 meter dari rumah korban, Kamis 14 April 2016.

Reni Astuti ditemukan tergeletak dengan posisi menelungkup di antara tumpukan sampah di dasar jurang yang berkedalaman sekitar 25 meter.

baca juga: Pembangunan Replika Surau Tuo di Lezatta Sudah Rampung, Anak-anak Bisa Belajar Tahfiz dengan Gratis

“Yang pertama kali melihat korban adalah Musadar (44) warga Jambak. Waktu itu sekitar pukul 08.00 WIB, ia melihat ada sosok manusia di dasar jurang, yang tampak dari atas jurang. Atas temuan itu, warga lalu melakukan evakuasi dengan melintasi kawasan Taruko,” ujar Kepala Jorong Jambak, Wedi Adnan.

Menurut Wedi Adnan, korban sempat terlihat oleh warga pada Rabu 13 April 2016 kemarin siang sedang duduk-duduk di batu pada bibir atas jurang. Warga telah mengingatkan korban untuk tidak duduk di sana, karena sangat beresiko jatuh ke dalam jurang.

baca juga: Fakultas Pariwisata UM Sumbar Gelar Masta Bagi Mahasiswa Baru

“Sorenya, korban sempat kembali ke rumah, tapi entah kenapa, saat maghrib korban tidak ada di rumah. Warga telah mencari kemana-mana tapi tidak ketemu. Pagi tadi, korban baru ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia,” jelas Wedi Adnan.

Wedi Adnan mengungkapkan, korban mengalami keterbelakangan mental dan sering jalan ke luar rumah.

baca juga: Lurah Campago Guguak Bukittinggi Bulek Ekspos Pembangunan di Wilayahnya

“Tapi jalannya gak jauh-jauh. Paling jauh sekitar satu kilometer. Ia sering ke SD terdekat untuk beli lontong, lalu pulang lagi. Sebelumnya korban juga tidak pernah hilang. Rencananya korban akan dimakamkan sebentar lagi, siap zuhur, di belakang rumah korban,” ulas Wedi Adnan.

Penulis: Iwan R