Serahkan SK CPNS Formasi 2019, Irwan Prayitno: ASN Pelayan, Jangan Ngebos

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menyerahkan SK kepada pegawai baru
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menyerahkan SK kepada pegawai baru (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sebanyak 575 ASN menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Barat tentang Pengangkatan Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) di Provinsi Sumbar Formasi Tahun 2019.

SK tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno , bertempat di Aula Kantor Gubernur, Rabu (20/1/2021).

baca juga: Seleksi CPNS 2021 Segera Dimulai, Begini Tahapannya

Mengingat kegiatan ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, penyerahan SK tersebut hanya 75 orang perwakilan CPNS pada acara tersebut, sementara yang lain akan diberikan di instansi masing-masing.

Turut hadir dalam penyerahan SK CPNS , Sekretaris Daerah Sumbar Drs. Alwis, Kepala Kantor Regional 12 Pekanbaru Neni Rochyani, S.Si. Apt, M.Si, Pelaksana Tugas BKD Sumbar Fitriati, M.SSI, M.SI serta Jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar .

baca juga: Tinjau Convention Hall Bukit Lampu, Wagub Sumbar: Kalau Memungkinkan Boleh Dipakai Masyarakat

Pada kesempatan itu, Irwan mengucapkan selamat kepada ASN yang telah menerima SK. Dia mengajak CPNS tersebut untuk bersyukur karena dari puluhan ribu yang ikut seleksi hanya ratusan orang yang terpilih menjadi CPNS provinsi Sumbar. Dia pun berpesan agar CPNS untuk selalu disiplin dan giat dalam bekerja.

"Saudara harus mensyukuri dan bekerja sungguh-sungguh itu adalah kunci sukses untuk menjadi ASN," ucapnya.

baca juga: Setelah Kapolda, Gubernur Sumbar Kunjungi Kajati dan Kabinda

Gubernur Sumbar menjelaskan, kenapa kita harus mensyukuri? Karena saudara diterima menjadi ASN di lingkungan Pemprov Sumbar , masih banyak yang tidak diterima sebagai ASN. Karena tawakal dan selalu berdo'a, berjuang, saudara diterima sebagai ASN.

"Itu semua alasan mengapa kita harus selalu bersyukur, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Dengan bersyukur Allah akan memberikan kebaikan, sebab Allah SWT akan menambah nikmatnya dan kita akan diazab oleh Allah apabila kita kufur. Untuk itu mari kita ucapkan Alhamdulillah," ajaknya.

baca juga: Silaturahmi dengan Kapolda, Gubernur dan Wagub Sumbar Jalan Kaki ke Mapolda

Irwan Prayitno menjelaskan ada 25 ribu orang yang ikut tes CPNS yang diterima hanya 575 orang. Makanya Gubernur minta CPNS yang diterima wajib bersyukur.

"Karena pilihan sebagai ASN, saya berharap semuanya menjalankan tugas itu dengan baik, saudara ketika melamar sudah mengerti konsekuensinya dan jaga kedisiplinan. Tanamkan sikap perilaku jujur, disiplin, dedikasi, dan loyalitas dan tanggung jawab, serta mampu mengembangkan diri untuk menjadi pegawai yang kreatif, inovatif serta profesional," katanya.

Dia menuturkan, untuk menjadi pegawai negeri sipil ( PNS ), CPNS harus bekerja dengan baik dalam setahun. Setelah itu baru diangkat menjadi PNS . Dia pun menekankan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, ASN harus menggunakan pola pikir mereka adalah abdi negara.

Gubernur juga mengatakan, moment ini merupakan langkah awal bagi PNS yang memenuhi standar kualifikasi yang diperlukan bagi Pemerintah Provinsi Sumbar dalam rangka memberikan pelayanan di bidang Pemerintahan, Pembangunan, Kesehatan, Pendidikan dan Kemasyarakatan di Provinsi Sumbar.

Selain itu, Irwan juga mengimbau ASN untuk tidak sombong dan selalu rendah hati dan bersungguh-sungguh dalam melayani masyarakat. Sebab, ASN yang bersungguh-sungguh dalam bekerja pasti akan bisa memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam melayani masyarakat.

"Setelah menjadi ASN, saudara-saudara jangan 'Ngebos'. ASN adalah pelayan bagi masyarakat jangan sampai malah ASN yang ingin dilayani karena sudah tidak zamannya PNS di layani. Sekarang kita yang melayani, mempermudah kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional 12 Pekanbaru Neni Rochyani, S.Si. Apt, M.Si mengatakan berdasarkan UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), diselenggarakan berdasarkan sistem Merit.

Sistem Merit merupakan kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan kualifikasi, kompetwnsi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, umur, ataupun kondisi cacat. Dengan demikian setiap orang punya hak yang sama dalam mengembangkan karir, sepanjang memenuhi kualifikasi dan kompetensi.

"Kami menginggatkan juga bahwa fungsi ASN antara lain sebagai pelayanan publik dan perekat dan pemersatu bangsa, sebagai pelayanan publik harus memberikan kinerja terbaik," tegasnya.

BKD Sumbar telah membuktikan dapat beradaptasi dengan perubahan mekanisme secara digital ini. Khususnya untuk Pemprov Sumbar telah ditetapkan sebanyak 575 nota persetujuan teknis NIP CPNS untuk formasi tahun 2019. CPNS yang lulus merupakan calon-calon pegawai terbaik dari 25.129 peserta SKD.

"Kami ucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik, kolaborasi ini tetap kita bangun untuk mewujudkan manajemen ASN yang baik di Sumbar," sambut Neni Rochyani.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumbar, Fitriyati mengatakan ada 575 ASN yang diserahkan SK CPNS untuk formasi 2019 yang terdiri atas tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan tenaga administrasi lainnya.

Sementara kebutuhan yaitu 603 formasi. Jadi, ada yang 28 formasi yang tidak terisi yang kebanyakan merupakan dokter spesialis.

"Sebanyak 575 diterima. Dari tahap awal, yang mendaftar ada sebanyak 25.129 orang," jelasnya.

"Dalam menjalankan tugas hendaknya seluruh CPNS ini memiliki komitmen jika kita ini adalah pelayan masyarakat, jangan ada satu orang masyarakat mengeluh terhadap pelayanan yang diberikan," ujarnya.

Oleh karenanya untuk menciptakan kenyamanan tersebut hendaknya para ASN baru semakin meningkatkan pengetahuan, wawasan, kepribadian, dan etika karena suatu keberhasilan sangat tergantung pada kemauan dan kemampuan untuk mengoptimalkan tugas yang diberikan.

Ia berharap agar para CPNS dapat meningkatkan dan menunjukan kualitas diri karena sejatinya seorang pegawai negeri sipil adalah seorang yang kepuasan kerjanya tidak ditentukan oleh besarnya gaji yang diterima tetapi ditentukan oleh tingginya kepuasan dan kesejahteraan masyarakat yang dilayani. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir