Pembangunan RS Pratama Solsel Rampung, Pengoperasian Menunggu Izin

Rumah sakit Pratama Solsel di Nagari Lubuk Malako Kecamatan Sangir Jujuan
Rumah sakit Pratama Solsel di Nagari Lubuk Malako Kecamatan Sangir Jujuan (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan ( Solsel ) mengatakan pembangunan Rumah Sakit Pratama yang dibangun dengan dana Rp 42,5 miliar telah selesai pengerjaannya.

"Pada 28 Desember yang lalu sudah selesai pengerjaannya dan telah dilakukan serah terima dengan kontraktor pelaksana," kata Novirman di lokasi pembangunan RS Pratama Solsel Lubuk Malako.

baca juga: Ini Wakil Solok Selatan pada Ajang Pemilihan Duta GenRe Sumbar

Dia melanjutkan, untuk pengoperasian rumah sakit pihaknya masih menunggu izin operasi rumah sakit dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

"Sampai izin itu keluar kami sudah menyiapkan 125 tenaga kesehatan yang direkrut dari Puskesmas yang ada ditambah RSUD, nantinya akan ditempatkan di Rumah Sakit Pratama," katanya.

baca juga: Tercepat di Sumbar, Solsel Serahkan Laporan Keuangan ke BPK-RI

Selain itu imbuhnya, juga sudah disiapkan dokter yang akan bertugas termasuk dokter spesialis yang terdiri dari satu orang defenitif dan empat referal.

"Untuk tenaga keamanan, petugas cleaning servis dan laundry juga sudah disediakan mereka warga setempat yang direkrut," katanya

baca juga: Ketua DPRD Solsel : Perusahaan dan Masyarakat Harus Menjaga Hutan di Sekitar PLTP Geothermal PT SEML

Dia berharap di tahun 2022 dapat dibangun ruang rawatan untuk melengkapi fasilitas.

Dia melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Pratama tipe D di di Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan tersebut diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan untuk layanan kesehatan masyarakat dari Lima Puskesmas di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo dan Sangir Batang Hari.

baca juga: Dua Kali Disuntik Vaksin Covid-19 Zigo Rolanda : Bagi Yang Phobia Suntik Jangan Vaksin disalahkan

"Nanti rumah sakit ini akan menjadi rujukan bagi Puskesmas Bidar Alam, Abai, Lubuk Ulang Aling, Talunan dan Mercu," katanya.

Dari anggaran Rp 42,5 miliar itu, Rp 25 miliar digunakan untuk pembangunan fisik dan sisanya untuk fasilitas alat kesehatan.

Penulis: Kamisrial | Editor: Rezka Delpiera