Beli Sabu Dipinggir Jalan, Petani di Lima Puluh Kota Diciduk Polisi

Petani berinisial J saat dilakukan pemeriksaan di Polres 50 Kota
Petani berinisial J saat dilakukan pemeriksaan di Polres 50 Kota (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Seorang petani di Lima Puluh Kota diamankan Satres Narkoba Polres 50 Kota beberapa waktu lalu.

Petani berinisial J (36 tahun) tersebut ditangkap setelah membeli narkotika golongan I jenis sabu di pinggir jalan dekat Kampus Politani Payakumbuh , Tanjungpati.

baca juga: Pemko Payakumbuh Kelola Kabel Fiber Optik Secara Swadaya, Ini Keuntungannya

Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso didampingi Kasatres Narkoba AKP Hendri Has mengatakan penangkapan dilakukan pada Rabu 6 Januari 2021 lalu.

Tersangka ditangkap usai beli sabu di daerah Bulukasok dan dari tangannya berhasil diamankan 4 paket kecil sabu yang akan dipakainya.

baca juga: BNNK Payakumbuh Gandeng Wartawan untuk Sosialisasikan P4GN

"Menurut pengakuan tersangka, ia membeli sabu kepada D sebanyak 2 paket seharga Rp500 ribu. Kemudian yang bersangkutan membagi paket tersebut menjadi 4 paket kecil bersama salah seorang temannya," kata AKBP Trisno Eko Santoso, Jumat 22 Januari 2021.

Kasatres Narkoba AKP Hendri Has secara terpisah menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/A/03/I/2021/SPKT- Res 50 Kota, Tanggal 6 Januari 2021. Tersangka berinisial J tersebut merupakan warga Pilubang, Kecamatan Harau dan barang bukti yang berhasil diamankan berupa 4 paket kecil diduga narkotika golongan I jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip yang dimasukan kedalam kotak rokok Mileniium Filter warna Hitam.

baca juga: Wagub Support Pembangunan Rest Area Silaing Bawah

"Kemudian juga diamankan satu unit sepeda motor merek Honda Vario Techno warna Hitam dengan No. Polisi BA 3260 CM beserta kunci kontak dan satu unit handphone Xiaomi warna putih. Tersangka beserta barang bukti yang ditemukan sudah diamankan di Polres 50 Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata AKP Hendri Has.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri