Angga Fernanda, Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Asal Padang Dimakamkan di Pekuburan Suku

.
. (Katasumbar)

KATASUMBAR -- Jenazah Angga Fernanda Afriyon telah sampai di rumah kediaman orang tuanya.

Diketahui, kediaman berada di Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang .

baca juga: Pasokan Ikan Berkurang di Pasar Raya Padang, Harga Tetap Stabil

Dari pantauan Katasumbar.com, jenazah Angga sampai di rumah duka tesebut sekira pukul 11.51 WIB.

Jenazah Angga diantar menggunakan mobil jenazah warna silver dengan pengawalan dari pihak Polsek Bandara Internasional Minangkabau.

baca juga: Harga Cabai di Pasar Raya Padang Anjlok, Ini Penyebabnya

Paman Angga, Syahrion (43) mengatakan, jenazah berangkat dari Jakarta menuju Padang pada pukul 09.00 WIB.

"Dengan pesawat dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Internasional Minangkabau," katanya, Sabtu (23/1/2021).

baca juga: Perdagangan Saham Garuda di Bursa Efek Dihentikan

"Semula dengan pesawat Sriwijaya Air , namun diganti dengan pesawat Lion Air, karena tidak ada pesawat pagi," pungkasnya.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Angga Fernanda Afriyon dimakamkan.

baca juga: Pertamina Siap Operasikan 12 Storage BBM Baru

Dari pantauan Katasumbar.com jaringan KLIKPOSITIF .com, jenazah Angga yang disambut dengan isak tangis seluruh keluarga disemayamkan kurang lebih 45 menit.

Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan di depan rumah yang dikelilingi oleh para pelayat.

Selanjutnya disalatkan di Masjid Ahlusunnah. Jenazah Angga selesai dimakamkan pada pukul 13.30 WIB.

" Jenazah Angga dimakamkan di pemakaman Kaum Suku Sikumbang," kata sepupu Angga, Ibnu Suhada, Sabtu (23/1/2021).

Ibnu menambahkan, tidak ada kendala dalam proses pemulangan, sejak penyerahan hingga sampai pemakaman .

"Alhamdulillah lancar, termasuk cuaca di udara sangat bagus," ujarnya.

"Setelah ini, seperti biasa kalau ada salah seorang yang meninggal kita menggelar acara Mendo'a. Kelurahan sangat bersyukur jasadnya dapat ditemukan," pungkasnya kemudian.

Editor: Eko Fajri