Dugaan Pemaksaan Berkerudung di Sekolah, Ini Kata Alumni SMKN 2 Padang

ilustrasi
ilustrasi (Net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Ketua Ikatan Alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang mengaku terkejut saat mendengar sekolah tempatnya menimba ilmu itu memiliki masalah terkait intoleran.

"Saat mendengar informasi itu saya secara pribadi terkejut dan saya langsung mencari tahu kebenarannya," kata Ketua Ikatan Alumni SMKN 2 Padang , Marwan saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Sabtu 23 Januari 2021.

baca juga: Wagub Support Pembangunan Rest Area Silaing Bawah

Untuk menentukan sikap, pihaknya akan melakukan pertemuan terlebih dahulu untuk membahas apa yang akan dilakukan oleh alumni terkait permasalahan tersebut.

"Nanti kami akan melakukan pertemuan dulu bersama beberapa alumni lainnya untuk membahas masalah ini," katanya.

baca juga: Tingkatkan Nilai Ekonomi Durian, Pemuda Solsel Gelar Festival Durian Koto Rambah Bariang

Menurutnya, untuk pakaian di sekolah sebenarnya sudah diatur dalam peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 45 tahun 2014 yang menyatakan bahwa pakaian siswa disesuaikan dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

"Untuk itu, kami harus membahasnya terlebih dahulu, baru nanti kami menyatakan sikap bagaimana seharusnya," lanjutnya.

baca juga: Ratusan Personel Kepolisian di Polres 50 Kota Ikuti Vaksinasi

Sebelumnya, Ombudsman perwakilan Sumatera Barat memanggil Kepala Sekolah SMKN 2 Padang itu untuk memaparkan terkait informasi yang viral di media sosial tersebut.

Postingan dari akun facebook Elianu Hia menyatakan bahwa pihak SMKN 2 Padang memaksa anaknya untuk menggunakan jilbab .

baca juga: Vaksinasi Tahap Pertama, Dinkes Sumbar Klaim Melebihi Target

Dalam postingan tersebut, ia mengupload foto surat yang menyatakan pernyataan tidak bersedia menggunakan kerudung atau jilbab .

Hingga berita ini diturunkan, yang memposting surat tersebut tidak ingin untuk dikonfirmasi dan telah dihubungi melalui messangger facebook.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri