Komnas HAM: Dugaan Pemaksaan Menggunakan Jilbab di SMKN 2 Padang Bukan Kasus yang Pertama di Sumbar

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sumatera Barat menyatakan bahwa permasalahan dugaan pemaksaan menggunakan kerudung di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang bukan yang pertama.

"Dulu juga pernah ada kasus yang sama kalau saya tidak salah tahun 2011 atau 2012 di salah satu sekolah di Kota Padang juga," kata Kepala Komnas HAM Sumbar, Sultanul Arifin saat diwawancarai klikpositif.com, Sabtu 23 Januari 2021.

baca juga: Ada Gelandang Muda Semen Padang FC Saat Timnas U-23 Kalahkan Tajikistan 2-1

Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut langsung diselesaikan dengan mempertemukan pihak keluarga dengan pihak sekolah .

"Waktu itu kan media sosial belum terlalu pesat seperti saat ini, jadi tidak sempat viral dan kami dari Komnas HAM juga sudah menyelesaikannya dengan mempertemukan kedua belah pihak," lanjutnya.

baca juga: MAN 2 Solsel Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur Siswa Melalui Ekskul

Menurutnya, hal yang sama juga akan dilakukan di SMKN 2 Padang nantinya. Pihaknya akan memediasi orang tua siswa dan pihak sekolah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Selain itu, kami juga akan bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat untuk membahas aturan di setiap sekolah ," lanjutnya.

baca juga: Percepatan Vaksinasi, Polres Solsel Sasar Pelajar dan Warga Sekitar Sekolah

Menurutnya, pihaknya akan memberikan saran agar peraturan yang dibuat untuk sekolah tidak bertentangan dengan HAM.

Sebelumnya, Ombudsman perwakilan Sumatera Barat memanggil Kepala Sekolah SMKN 2 Padang itu untuk memaparkan terkait informasi yang viral di media sosial tersebut.

baca juga: Pelajar Perikanan di Pariaman Vaksinasi Gelombang ke 5, Ini Harapan Kepala Sekolah

Postingan dari akun facebook Elianu Hia menyatakan bahwa pihak SMKN 2 Padang memaksa anaknya untuk menggunakan jilbab .

Dalam postingan tersebut, ia mengupload foto surat yang menyatakan pernyataan tidak bersedia menggunakan kerudung atau jilbab .

Hingga berita ini diturunkan, yang memposting surat tersebut tidak ingin untuk dikonfirmasi dan telah dihubungi melalui messangger facebook.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri