Ini Kronologis Kasus Perkosaan di Bukittinggi yang Melibatkan Pasutri, Versi Kuasa Hukum Korban

Kuasa Hukum Korban, Kahirul Abbas (kiri) dan Rio Candra (kanan)
Kuasa Hukum Korban, Kahirul Abbas (kiri) dan Rio Candra (kanan) (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Pasangan suami istri (pasutri) ditangkap polisi dalam kasus pemerkosaan , Sabtu 23 Januari 2021. Korbannya adalah seorang gadis berusia 27 tahun.

Kuasa Hukum Korban Perkosaan, Khairul Abbas menjelaskan, pelecehan yang dialami korban telah terjadi semenjak 2018 yang lalu.

baca juga: Bukittinggi Mundur dari Tuan Rumah TdS 2021, Ini Penyebabnya

Khairul Abbas menjelaskan, waktu itu korban dan pelaku laki-laki yang berusia 36 tahun, sama-sama bekerja di salah satu toko di kawasan Aur Kuning Bukittinggi - Sumbar, sehingga korban dan pelaku sama-sama saling kenal.

Awalnya, pelaku mencoba mendekati dan merayu korban. Namun waktu itu korban tidak mau.

baca juga: Ditengah Pandemi Corona, Pemko Bukittinggi Naikkan Target PAD Sektor Pariwisata

"Pada suatu ketika, pelaku memaksa korban untuk ikut ke rumah. Kalau tidak mau, diancam orangtua dan dia akan dibunuh. Sehingga dengan terpaksa korban ikut. Setelah itu, semenjak tahun 2018 sampai 2020 pelaku terus mengancam korban melalui video call, kemudian WA, menyuruh korban untuk mengirim foto-foto yang tidak senonoh," jelas Kahirul Abbas.

Tak hanya di rumah pelaku, korban menurut Khairul Abbas juga mengalami pelecehan seksual di tempat mereka bekerja.

baca juga: Kurangi Potensi Banjir, Dinas PU Bukittinggi Akan Bangun Saluran Primer

Pada akhir tahun 2020, korban tidak tahan lagi dengan perlakukan tersebut, sehingga korban memblokir nomor telepon pelaku, dan pindah kerja ke tempat lain.

Namun pada 11 Desember 2020, mendadak istri pelaku datang menjemput korban ke tempat kerja korban yang baru dan membawanya ke rumah kediaman pelaku itu sendiri. Di rumah itu, istri pelaku memaksa korban untuk berhubungan intim dengan suaminya.

baca juga: Dasa Wisma Pakan Labuah Masuk 5 Besar Nominasi Sumbar

"Ini artinya, pelaku dibantu oleh isterinya. Korban yang tidak tahan lalu ceritakan kejadian ini ke ayah dan keluarga korban, hingga akhirnya kami ditunjuk sebagai kuasa hukum dan melaporkannya ke Polres Bukittinggi pada 19 Januari 2021," papar Khairul Abbas, yang didampingi rekannya Rio Candra, yang juga ikut menjadi kuasa hukum korban.

Sebelumnya diberitakan, pasutri di Bukittinggi dibekuk Polres Bukittinggi - Sumbar, Sabtu 23 Januari 2021. Mereka diduga terlibat melakukan perkosaan terhadap seorang gadis yang berusia 27 tahun.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, kejadian tak senonoh itu terjadi pada Jumat 11 Desember 2020 sekitar pukul 21.00 WIB di rumah kediaman pelaku.

"Untuk motif suami istri melakukan tindakan tersebut masih kami dalami. Saat ini keduanya telah diamankan di Mapolres Bukittinggi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Kasat Reskrim.

Kasat melanjutkan, pelaku dijerat pasal 285 Jo 289 KUHPidana, sesuai pasal 285 KUH Pidana, dengan ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Editor: Haswandi