Soal Kasus Siswa Dipaksa Pakai Jilbab di SMKN 2 Padang, Ini Tanggapan Alumni Non Muslim

PADANG, KLIKPOSITIF -- Alumni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang, Delima Febria Hutabarat beranggapan jilbab boleh digunakan selama tidak menggerus keimanannya.

"Selama sekolah di SMKN 2 Padang saya menggunakan jilbab dan menurut saya selama tidak menggerus keimanan tidak masalah menggunakannya," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Minggu 24 Januari 2021.

baca juga: Tidak Lagi Melalui Kanwil, Penyaluran BOS Madrasah Swasta Segera Cair

Selain itu, menurutnya sekolah juga tidak pernah memaksakan ia untuk menggunakan jilbab selama sekolah di SMKN 2 Padang.

"Sekolah tidak memaksakan harus memakai jilbab. Dan guru-guru kami itu sangat menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Makanya heran kenapa sekarang heboh-heboh mengenai aturan pakaian," katanya.

baca juga: Banyak Ditemui Ladang Warga, Polsek Ingin Pastikan Status Hutan di Kawasan Bungus Padang

Delima mengatakan dirinya adalah penganut nasrani. Di mana tidak ada aturan dalam agamanya harus menggunakan jilbab.

Meskipun begitu, dulu waktu masih sekolah, ia tidak keberatan memakai pakaian seragam baju kurung, rok panjang dan pakai jilbab.

baca juga: Andre Rosiade Bagikan Ratusan Sembako di Padang Selatan

"Memakai pakaian yang identik dengan pakaian muslimkan tidak mengubah keyakinan dan kepercayaan terhadap agama yang saya anut," lanjutnya.

Ia mengatakan, saat baru masuk SMK N 2 Padang tahun 2008 lalu, orang tuanya memang sempat mempertanyakan kenapa dirinya memakai jilbab.

baca juga: Tunaikan Janji Kampanye, Andre Rosiade Serahkan Ambulans di Sungai Pisang

"Saya meyakinkan orang tua bahwa semua murid di sekolahnya memakai pakaian berjilbab sehingga ia juga ingin seragam dengan teman-teman yang lain," lanjutnya.

Menurutnya, selama sekolah dan menggunakan jilbab, ia juga tidak pernah merasa risih bila ada acara-acara keagamaan mayoritas di SMK N 2 Padang.

"Guru-guru memberi kebebasan (kepada kami non muslim). Sehingga tidak ada kami dulu yang merasa didiskriminasi," tutupnya.

Sebelumnya, kasus ini viral setelah ayah siswi non muslim yang diduga dipaksa memakai jilbab mengunggah video percakapannya dengan pihak sekolah lewat siaran langsung di akun Facebook bernama Elianu Hia pada Kamis (21/1/2021).

"Lagi di sekolah smk negri 2 padang . Saya di panggil karna anak saya tdk pakai jilbab , kita tunggu aja hasil akhirnya. Saya mohon di doakan ya," tulisnya sembari membagikan video tersebut.

Dalam video tersebut, Elianu tampak berdebat dengan salah satu guru. Ia menyayangkan peraturan tersebut dan mengaku keberatan jika anaknya harus mengenakan jilbab selama bersekolah.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri," kata Elianu.

Pihak sekolah pun bersikeras bahwa peraturan itu sudah disepakati sejak awal siswa masuk ke sekolah itu. Para guru mengaku tak bisa mebiarkan salah satu siswa melanggar aturan itu.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Rezka Delpiera