Siswi Non Muslim Dipaksa Pakai Jilbab, Ini Kata Mendikbud

Mendikbud Nadiem Markarim
Mendikbud Nadiem Markarim (Ist)

KLIKPOSITIF - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim ikut menyoroti kasus pemaksaan siswi nonmuslim memakai jilbab di SMKN 2 Padang , Sumatera Barat.

Menurutnya, ada sejumlah pelanggaran hukum dalam kasus siswi nonmuslim dipaksa pakai jilbab tersebut.

Bahkan, kata Nadiem, kasus tersebut sudah melanggar nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan .

baca juga: Tak Hanya Dipulangkan dari Jakarta, Pria yang Viral karena Tidur di Trotoar Bakal Diberikan Modal Usaha oleh Andre Rosiade

"Hal tersebut merupakan bentuk intoleransi atas keberagaman, sehingga bukan saja melanggar peraturan undang-undang, melainkan juga (melanggar) nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan," kata Mendikbud , dilansir dari suara.com, Minggu (24/1/2021).

Selain itu Nadiem memaparkan ada sejumlah aturan hukum yang dilanggar dalam kasus ini.

baca juga: PPKM Level Empat Dilanjutkan, Ini Yang Akan Dilakukan Pemko Padang

Mulai dari pelanggaran kebebasan beragama yang dijamin dalam Undang-Undang 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Lalu melanggar Undang-Undang 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjamin pendidikan yang demokratis, adil, tidak diskriminatif dan menjunjung tinggi HAM.

baca juga: Mahasiswi IAIN Batusangkar Ini Menjadi Satu-satunya dari PTKIN di Pulau Sumatera Lulus Seleksi Internasional Summer Course

Serta Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 45 Tahun 2014 yang mengatur tentang pakaian sekolah harus memperhatikan keyakinan agama setiap peserta didik.

"Pemerintah tidak akan mentolerir guru atau kepala sekolah yang melakukan pelanggaran dalam bentuk intoleransi tersebut," tegasnya.

baca juga: Ratusan Sapi di Padang Tak Layak Kurban

Mendikbud menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Padang untuk menindaklanjuti kasus ini.

Jika terbukti salah, Nadiem menegaskan yang terlibat bisa saja dipecat.

Editor: Rezka Delpiera