Melapor ke Komnas HAM, Pengacara Siswi SMKN 2 Padang: Ada Pelanggaran HAM

Pengacara Elianu Hia, Mendrofa memperlihatkan draft laporannya
Pengacara Elianu Hia, Mendrofa memperlihatkan draft laporannya (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -Penasehat Hukum orang tua siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang memiliki beberapa alasan melaporkan permasalahan dugaan pemaksaan menggunakan jilbab ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Kami menilai di sini ada pelanggaran HAM terhadap anak dari klien kami, Jeni Cahyani Hia yang dipaksa menggunakan kerudung oleh pihak sekolah," kata Penasehat Hukum, Mendrofa, Minggu 24 Januari 2021.

baca juga: Ingat Jangan Sembarangan Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos, Ini Alasannya

Ia mengatakan, pelaporan tersebut berlandaskan pada pasal 90 ayat satu Undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Dalam pasal tersebut berbunyi setiap orang dan atau kelompok yang memiliki alasan kuat bahwa hak asasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan pengaduan lisan atau tulisan pada Komnas HAM," lanjutnya.

baca juga: Dian Sastrowardoyo Unggah Foto Ayah Selonjoran Pakai Sarung, Warganet: Kok Mirip Nicholas Saputra

Selanjutnya, menurutnya tidak terdapat upaya yang efektif untuk menyelesaikan pelanggaran HAM yang dialami oleh kliennya yang dilakukan oleh SMKN 2 Padang.

"Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh SMKN 2 Padang adalah memaksa klien kami untuk menggunakan kerudung yang merupakan identitas agama tertentu dan bukan merupakan identitas agama dari klien kami," lanjutnya.

baca juga: Laga Timnas Indonesia U-23 Batal Digelar, Dokter Tirta: Itu Sinetro yang Viral Aja Emak-emak Pada Nobar

Sebelumnya, Ombudsman perwakilan Sumatera Barat memanggil Kepala Sekolah SMKN 2 Padang terkait persoalan yang viral di media sosial tersebut.

Postingan dari akun facebook Elianu Hia menyatakan bahwa pihak SMKN 2 Padang memaksa anaknya untuk menggunakan jilbab.

baca juga: DPRD Kota Padang Usulkan Hendri Septa Jadi Walikota Padang ke Mendagri

Dalam postingan tersebut, ia mengupload foto surat yang menyatakan pernyataan tidak bersedia menggunakan kerudung atau jilbab.

Hingga berita ini diturunkan, yang memposting surat tersebut tidak ingin untuk dikonfirmasi dan telah dihubungi melalui messangger facebook.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Rezka Delpiera