Gubernur Sumbar Pamit

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno akan mengakhiri masa jabatan pada 12 Februari 2021.

Untuk itu, pada kegiatan bulanan dengan Pengurus Tim Penggerak PKK Sumbar di Auditorium Gubernuran, Jumat (22/1) dia pamitan.

baca juga: Dana PEN Sumbar Rp250 Miliar, Gubernur Berharap Bisa Dongkrak Ekonomi Masyarakat

"10 tahun memimpin Sumbar tentu ada kesalahan, kejanggalan dan mungkin ada merasa tersakiti oleh saya. Untuk itu secara pribadi saya mohon maaf yang sebesar - besarnya," katanya.

Dilanjutkannya, walaupun tidak lagi menjadi gubernur Sumbar, silaturahim akan tepat berjalan.

baca juga: Gubernur Sumbar Yakin Vaksin Solusi pengendalian Covid-19

"Insyaallah kita bisa bertemu kembali pada acara yang berbeda dan silaturahmi tetap berjalan, tentunya dengan status yang berbeda pula," ucapnya.

Irwan Prayitno menyampaikan, setelah mengakhiri masa jabatan dirinya akan beraktivitas di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta. Di Kampus ini nanti dirinya akan bekerja mengajar sebagai guru besar program pascasarjana.

baca juga: Tinjau Convention Hall Bukit Lampu, Wagub Sumbar: Kalau Memungkinkan Boleh Dipakai Masyarakat

Sebagai guru besar, dirinya juga akan disibukan menguji mahasiswa S3 yang akan meraih gelar doctor di berbagai perguruan tinggi di daerah di Indonesia.

Selain itu dia juga akan aktif Universitas Adzkia Padang. Irwan Prayitno menyebutkan, sebagai Rektor dan Pembina Universitas Adzkia, dirinya akan kembali mengurus lembaga pendidikan yang dirintisnya tersebut. Termasuk juga akan mengembangkan Kampus Universitas Adzkia di Medan dan Jakarta.

baca juga: Setelah Kapolda, Gubernur Sumbar Kunjungi Kajati dan Kabinda

Irwan juga akan sibuk di kantor konsultan miliknya. Di mana selama ini, kantor konsultan yang didirikannya dijalankan oleh anak dan menantunya. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Sumbar , dirinya akan ikut terlibat kembali dalam proyek-proyek terkait peningkatan SDM yang dikelola oleh perusahaan konsultan miliknya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir