Teganya, Pria di Kabupaten Solok Ini Cabuli Anak Tirinya Sendiri

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Setelah sekian lama diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap gadis di bawah umur, seorang pelaku berumur 35 tahun diciduk polisi di kediamannya di Kabupaten Solok - Sumbar.

Mirisnya, tindakan pencabulan itu dilakukan pelaku terhadap anak tirinya sendiri yang masih berusia 17 tahun. Pelaku diciduk pasca dilaporkan oleh keluarga korban ke Mapolres Solok Kota pada 19 Januari 2021 lalu.

baca juga: Kedua Kalinya, Hj. Zulmiyetti Zul Elfian Pimpin Dekranasda Kota Solok

Menurut Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi didampingi Kasat Reskrim Iptu Evi Wansri, kasus dugaan perbuatan cabul dan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur ini sudah lama dilakukan pelaku.

Diduga korban yang merupakan anak tiri dari pelaku takut melaporkan kejadian itu. Bahkan pelaku justru terus melakukan perbuatan bejatnya itu berulang kali tanpa diketahui orang lain.

baca juga: Kota Solok Jadwalkan Vaksinasi Tahap Dua Minggu Pertama Maret 2021

Kuat dugaan, perbuatan cabul pelaku terhadap anak tirinya itu sudah dilakukan semenjak akhir tahun 2016 lalu di salah satu rumah kontrakan dimana pelaku bersama istri dan korban tinggal satu rumah.

Perbuatan terkutuk itu berulang kali dialami korban setiap kali ibunya tidak di rumah. Tanpa bisa melawan, korban hanya bisa pasrah ketika pelaku mencabulinya. Karena perbuatannya tidak diketahui orang lain, pelaku merasa aman dan terus keranjingan mencabuli korban.

baca juga: Dukung Upaya Pemberantasan Korupsi, PLN Gandeng KPK Integrasikan Penanganan Pengaduan

Namun lama kelamaan akhirnya perbuatan terkutuk pelaku terbongkar juga. Keluarga korban yang curiga dengan perubahan sikap korban mencoba mencari tahu apa yang dialami korban. Setelah mendapat pengakuan korban, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisian.

Terhadap tersangka menurut Kasat Reksrim Iptu Evi Wansri, disangkakan telah melanggar Pasal 81 Ayat (3) Jo Pasal 76D Subsidair Pasal 82 Ayat (2) Jo Pasal 76E Undang Undang Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,
Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun Penjara.

baca juga: Wako Solok Ingatkan OPD Untuk Serius Sukseskan Program Keagamaan

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi