Terkuak, Ini Modus Lima Pegawai Toko di Bukittinggi yang Mencuri Plastik di Tempat Mereka Bekerja

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Lima karyawan Toko Plastik Saudara di Jalan Bypass Bukittinggi - Sumbar kembali dibekuk, Senin 25 Januari 2021. Kelima pegawai ini diduga ikut melakukan pencurian plastik di toko tempat mereka bekerja.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution, kelima pelaku itu adalah pegawai berinisial Y (49) yang merupakan warga Padang Lua Kabupaten Agam yang bekerja sebagai sopir toko, AF (32) warga Situpo Kelurahan Pakan Kurai Bukittinggi sebagai sales toko, Z (44) Warga Limo Suku Nagari Padang Lua sebagai sopir toko, AM (30)warga Puding Mas Aur Kuning, karyawan bagian penjualan dan A (27) Warga Pasaman sebagai sales toko.

baca juga: 12 Pemuda di Bukittinggi Terjaring Operasi Premanisme

"Untuk modus operandi pelaku melakukan pencurian dengan cara melebihkan muatan plastik dari gudang ke dalam mobil yang digunakan untuk mendistribusikan plastik ke pelanggan," ujar Kasat Reskrim melalui keterangan tertulisnya, Senin 25 Januari 2021 kemarin.

Menurutnya, lima pelaku itu disangkakan dengan pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman 7 tahun penjara.

baca juga: Universitas Fort de Kock Jalin Kerja Sama dengan IEG Campus Malaysia, Ini Kata Wakil Wali Kota Bukittinggi

Sebelumnya, pada Jum'at 15 Januari 2021, Tim Opsnal Polres Bukittinggi juga telah mengamankan 2 orang pemuda yang terlibat dalam kasus pencurian di Toko Plastik Saudara Kota Bukittinggi , yang mengakibatkan kerugian korban mencapai Rp2 miliar.

Kasus pencurian yang melibatkan 2 pelaku itu terjadi pada Rabu 9 September 2020 silam. Kedua pelaku berinisial JA (31) dan IMZ (30), yang keduanya merupakan warga Bukittinggi , beraksi dengan modus menduplikat kunci gudang.

baca juga: Universitas Fort de Kock Bukittinggi Jalin Kerja Sama Double Degree dengan IEG Campus Malaysia

Kebetulannya, IMZ merupakan kepala gudang sejak 3 tahun terakhir, dan JA adalah mantan pegawai toko tersebut. Kedua pria ini saling bekerjasama memindahkan plastik ke mobil rental saat kedai tutup, dan menjualnya ke luar kota.

Pemilik toko curiga dengan plastik yang selalu habis, tapi tidak mendapat keuntungan. Atas kejadian itu kemudian korban melaporkan kasus ini ke Polres Bukittinggi .

baca juga: Cegah Radikalisme, Peneliti dari IAIN Bukittinggi Sarankan Hal Ini

Editor: Haswandi