Beri Keterangan di Sidang MK, Mulyadi: Saya Dizalimi dengan Status Tersangka

Mulyadi
Mulyadi (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilgub Sumbar 2020 mulai disidangkan di Mahkamah Konstitusi, Selasa (26/1) pagi. Sidang yang disiarkan secara online itu dipimpin langsung oleh Ketua MK Anwar Usman, disampingi oleh Wahiduddin Adams dan Enny Nurbaningsih.

Dalam perkara 129/PHP Gub-XIX/2021 atas nama pemohon Mulyadi -Ali Mukhni, hadir Ir. H. Mulyadi sebagai pemohon prinsipal yang memberikan keterangan secara virtual atas permohonan yang diajukannya.

baca juga: Ibunda Tercinta Mulyadi Tutup Usia, SBY, AHY, Kapolri dan Tokoh-tokoh Sampaikan Ucapan Duka

Menurut Mulyadi , Pilkada Gubernur Sumbar 2020 terlaksana jauh dari prinsip jujur dan adil, terutama terkait penetapan dirinya sebagai tersangka pasca menghadiri undangan salah satu televisi swasta. Akibat status tersangka itu, telah meruntuhkan kepercayaan konstituen dan rakyat Sumbar kepadanya yang telah susah payah dibangun bertahun-tahun.

"Tidak pernah terbayangkan bahwa Sentra Penegakan Hukum Terpadu melalui Bareskrim Mabes Polri menetapkan saya sebagai tersangka, dan diumumkan langsung oleh Karopenmas Polri, hanya tiga hari menjelang pencoblosan 9 Desember 2020 dan menerbitkan SP3 dua hari setelah pencoblosan dengan alasan tidak cukup alat bukti," kata Mulyadi .

baca juga: Penetapan Pj Gubernur Sumbar Menunggu SK Mendagri, Kabiro Pemerintahan: Kami Diminta Siapkan Pj Bupati

Penetapan status tersangka di masa tenang ini, kata Mulyadi , sungguh sangat menyakitkan dan melukai. "Instrumen penegakan hukum yang diterapkan secara serampangan dengan tujuan politik telah mendelegitimasi kepercayaan publik kepada kami. Apalagi status tersangka ini dipublikasikan dan disebarkan secara masif oleh pihak-pihak yang berkepentingan mendelegitimasi suara kami," ujar Mulyadi menjelaskan.

Di saat yang bersamaan, jelas Mulyadi , di beberapa media online muncul pernyataan yang menyatakan bahwa Mulyadi batal jadi Cagub jika terbukti bersalah. Pernyataan ini makin meracuni pikiran pemilih, sehingga tidak lagi memilih Mulyadi -Ali Mukhni.

baca juga: KPU Sumbar Digugat Dua Paslon di Pilgub ke MK

Mulyadi mengaku tidak berdaya dan tidak memilki cukup waktu lagi memulihkan kepercayaan masyarakat pemilih atas status tersangka. "Hak kami yang mendasar untuk dipilih masyarakat telah dirampas dengan mengunakan instrumen hukum. Karenanya melalui Yang Mulia Hakim MK kami mohonkan keadilan untuk kami dan masyarakat Sumbar," kata Mulyadi , mantan Anggota Komisi III DPR RI ini.

Di ujung keterangannya, Mulyadi menyampaikan bahwa dirinya betul-betul telah dizholimi, dan meruntuhkan semua dukungan masyarakat kepadanya serta menyia-nyiakan pengorbanannya melepas jabatan sebagai Anggota DPR yang masih empat tahun lagi.

baca juga: Pangi Chaniago: Quick Count Voxpol Center Paling Akurat Prediksi Hasil Pilkada Sumbar 2020

Sidang Mahkamah Konstitusi untuk perkara nomor 129/PHP Gub XIX/2021 ini akan dilanjutkan 1 Februari 2021 untuk mendengarkan keterangan termohon dan pihak terkait. (*)

Editor: Pundi F Akbar