Pandemi Belum Berakhir, Target Penerimaan PBB di Padang Bertambah Rp96 Miliar

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG , KLIKPOSITIF - Meskipun realisasi pajak daerah tahun 2020 meningkat dibanding 2019, namun peningkatan itu tetap saja tidak mencapai target yang ditetapkan Pemko Padang .

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Padang Al Amin mengatakan, pada tahun 2020 pendapatan Pajak Bumi Bangunan ( PBB ) di Kota Padang mencapai Rp62 miliar, meningkat dibanding tahun 2019 lalu, yang hanya sebanyak Rp60 miliar.

baca juga: Pasokan Ikan Berkurang di Pasar Raya Padang, Harga Tetap Stabil

Namun kalau dilihat dari sisi target, pendapatan Rp62 miliar selama tahun 2020 itu masih jauh di bawah target sebesar Rp580 miliar. Meski demikian, target pendapatan PBB di tahun 2021 tetap meningkat, yakni Rp676 miliar.

"Untuk target pajak daerah tahun ini naik sebanyak Rp96 miliar dibandingkan tahun lalu," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Padang Al Amin.

baca juga: Harga Cabai di Pasar Raya Padang Anjlok, Ini Penyebabnya

"Bukan hal mudah untuk mencapai target pajak daerah 2021. Apalagi saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, masih ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpotensi memperlambat pergerakan ekonomi usaha," lanjutnya.

Menurutnya, karena pandemi Covid-19, pajak daerah yang didapat dari sektor usaha tidak optimal.

baca juga: Rapat Koordinasi Badan Layanan Umum Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumbar Bahas Tantangan Kinerja BLU Dimasa Pandemi

"Misalnya kegiatan hotel dan restoran yang masih dibatasi tentunya berpengaruh pada pajak yang disetorkan," lanjutnya.

Ia mengatakan, berdasar pengumpulan pajak tahun lalu, hanya terealisasi diangka 70 persenan dari target karena faktor pandemi Covid-19. Tahun ini ketika target naik diharapkan capaian realisasi bisa melebihi dari 70 persen.

baca juga: Alat Sistem Peringatan Dini Gempa Sering Hilang, Ini Langkah yang Akan Dilakukan BPBD Padang

Ia mengatakan, penerimaan tersebut diantaranya, pajak hotel Rp42 miliar, restoran Rp53 miliar, pajak hiburan Rp12,5 miliar, pajak reklame Rp14 miliar, pajak penerangan jalan umum Rp126 miliar.

Selain itu, penerimaan pajak parkir sebesar Rp3 miliar, pajak air tanah Rp3 miliar, pajak sarang burung walet Rp15 miliar, pajak mineral bukan logam Rp51 miliar, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan Rp287 miliar, dan PBB sebesar 78 miliar rupiah.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi