Terkait Kisruh Jilbab di SMKN 2 Padang, PGI Sumbar Ingatkan Semua Pihak Agar Menjaga Persaudaraan

ketua PGI Sumatera Barat, Pendeta Titus Wadu.
ketua PGI Sumatera Barat, Pendeta Titus Wadu. (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF - Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Sumatera Barat menilai persoalan dugaan pemaksaan menggunakan jilbab di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Padang sudah selesai.

"Persoalan salah seorang siswi non Muslim di SMKN 2 Padang yang keberatan memakai jilbab di sekolah tidak harus sampai kepada persoalan agama dan persoalan hukum," kata ketua PGI Sumatera Barat, Pendeta Titus Wadu.

baca juga: Andre Rosiade Bantu Pelajar Penderita Penyakit Jantung di Kuranji

Meburutnya, persatuan antar umat beragama jauh lebih penting sehingga jangan sampai terpecah akibat satu persoalan kecil.

"Bagi kami persoalan ini bukan atas nama agama atau lembaga. Kita bersama-sama harus bijak. Menjaga persaudaraan sesama umat manusia dan sebangsa," lanjutnya.

baca juga: Terseret Ombak di Pantai Lolong Padang, Bocah 10 tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Menurutnya, persoalan jilbab di SMKN 2 Padang menjadi viral kartena adanya penerapan aturan yang keliru dari pihak sekolah.

"Kami berharap persoalan ini sudah selesai dengan didudukkan secara bersama secara musyawarah dan mufakat dan jangan sampai ada perpecahan akibat masalah ini," lanjutnya.

baca juga: Audensi dengan Komisi IV DPRD Sumbar, GMNI Padang Sorot Dugaan Penyalahgunaan Dana Covid-19

Sebelumnya, Ombudsman perwakilan Sumatera Barat memanggil Kepala Sekolah SMKN 2 Padang itu untuk memaparkan terkait informasi yang viral di media sosial tersebut.

Postingan dari akun facebook Elianu Hia menyatakan bahwa pihak SMKN 2 Padang memaksa anaknya yang non muslim untuk menggunakan jilbab.

baca juga: Dinkes Padang Berikan 1000 Dosis Vaksin Kepada TNI dan Polri

Dalam postingan tersebut, ia mengupload foto surat yang menyatakan pernyataan tidak bersedia menggunakan kerudung atau jilbab.

Hingga berita ini diturunkan, yang memposting surat tersebut tidak ingin untuk dikonfirmasi dan telah dihubungi melalui messangger facebook.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi