25 Nagari di Agam Laksanakan Pilwana e-Voting

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

AGAM , KLIKPOSITIF - Sebanyak 25 nagari di Kabupaten Agam bakal melaksanakan pemilihan wali nagari serentak tahun ini.

Kabid Pemerintahan Nagari DPMN Agam , Zulkarnaini di ruangan kerjanya, Selasa (26/1) menyebutkan, dari 25 nagari tersebar di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Agam .

baca juga: Ini Pemenang Lomba Foto Green House Lezatta

Ke-14 kecamatan itu yakni Kecamatan Tanjung Mutiara yaitu Nagari Tiku Selatan. Kecamatan Lubuk Basung yaitu Nagari Garagahan. Kecamatan Ampek Nagari yaitu Nagari Batu Kambiang dan Sitalang.

Selanjutnya Kecamatan Matur yaitu Nagari Parik Panjang, Matua Hilia, Tigo Balai dan Lawang. Kecamatan IV Koto yaitu Koto Tuo dan Koto Panjang. Kecamatan Banuhampu yaitu Nagari Pakan Sinayan. Kecamatan Sungai Pua yaitu Nagari Batagak dan Sariak.

baca juga: Objek Wisata Danau Maninjau Diusulkan Jadi DTWU Provinsi dan Nasional

Selain itu, Kecamatan Canduang yaitu Nagari Lasi. Kecamatan Baso yaitu Nagari Tabek Panjang, Salo dan Koto Baru. Kecamatan Kamang Magek yaitu Nagari Magek. Kecamatan Palembayan yaitu Nagari Baringin, Sungai Pua dan Sipinang.

Kemudian Kecamatan Palupuah yaitu Nagari Koto Rantang. Kecamatan Tanjung Raya yaitu Nagari Tanjuang Sani dan Sungai Batang. Kecamatan Ampek Angkek yaitu Nagari Panampuang.

baca juga: Jadi Rujukan Pelaksanaan Pilwana E-Voting, Agam Dikunjungi Pemkab Deli Serdang

Dikatakan Zulkarnaini, pada umumnya 25 wali nagari itu masa jabatannya habis pada 2019, yang hingga kini diisi oleh pejabat yang ditunjuk baik dari PNS kecamatan maupun kabupaten.

"Insyaallah, pelaksanaan pilwana bakal digelar September 2021, dengan sistem e-Voting," ujarnya.

baca juga: Jika Agam Mekar, Ini Nama Kabupaten yang Diusulkan

Maret 2021, ulasnya, sudah mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari membentuk panitia hingga input data pemilih, kesiapan peralatan e-Voting dan pembentukan TPS," terangnya.

Ia menjelaskan, mengingat kondisi masih pandemi Covid-19, maka sesuai Permendagri nomor 72 tahun 2020 tentang e-Voting, pelaksanaan pilwana harus menerapkan protokol kesehatan.

"Selain disiplin protokol kesehatan, jumlah pemilih disetiap TPS juga dibatasi, dengan maksimal 500 pemilih per TPS. Dalam hal ini kita menyediakan TPS sebanyak 181 unit," katanya. (AMC)

Editor: Rezka Delpiera