LaporCovid-19 Sebut Ada 34 Kasus Pasien Corona Ditolak RS karena Penuh

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Jaringan LaporCovid-19, YLBHI dan CISDI meminta pemerintah memastikan perlindungan, keselamatan dan keamanan bagi masyarakat yang melaporkan musibah Covid-19. Hal itu menyinggung soal menipisnya ketersediaan rumah sakit khusus pasien Covid-19.

LaporCovid-19 melihat kalau rumah sakit di Jabodetabek dan berbagai daerah lain di pulau Jawa mengalami kesulitan menampung pasien sejak awal Desember 2020. Itu menyebabkan terjadinya antrean pasien yang harus mendapatkan perawatan.

baca juga: Enam Laskar FPI yang Meninggal Saat Bentrok dengan Polisi Ditetapkan Jadi Tersangka

"Sehingga meningkatkan risiko kematian," kata LaporCovid19 melalui keterangan persnya, Kamis (28/1/2021).

Apalagi, LaporCovid19 melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat saat masa libur panjang Natal dan Tahun Baru. Pasien Covid-19 juga ikut bertambah tetapi banyak yang ditolak karena penuhnya rumah sakit .

baca juga: Presiden Jokowi: Indonesia Masuk 35 Negara Rawan Bencana

Selain itu, LaporCovid19 menerima laporan adanya pasien yang meninggal di perjalanan termasuk transportasi umum, di rumah, di selasar rumah sakit , di UGD serta di Puskesmas. Lagi-lagi itu terjadi karena kesulitan mendapatkan perawatan intensif.

"Sejak akhir Desember 2020 hingga 21 Januari 2021, setidaknya LaporCovid19 mendapatkan 34 laporan kasus pasien yang ditolak rumah sakit karena penuh," ucapnya.

baca juga: Diperkirakan Pandemi Tidak Akan Berakhir Tahun Ini, Berikut Pernyataan WHO

Sebelumnya, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan , Abdul Kadir mengungkapkan bahwa tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 di Indonesia sudah kritis akibat lonjakan kasus.

Abdul mengatakan dari total 970 rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia saat ini sudah terisi 63,66 persen, bahkan sempat di atas 70 persen pada pekan kedua Januari 2021.

baca juga: Dapat Rekomendasi Satgas Covid-19, Kemenag Siap Gelar MHQH ke-13

"Ini ada masalah kita. Karena baseline BOR kita itu sudah pada posisi 70-75 persen. Sehingga dengan kenaikan 20 persen kasus, maka ini kita tentunya berada pada titik kritis," ungkap Kadir dalam jumpa pers virtual, Rabu (27/1/2021).

Dia menyebut kondisi ini sudah sangat memprihatinkan, sehingga masyarakat diharapkan mengurangi mobilitas dan tetap menjalankan protokol kesehatan 3M Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak.

Sementara itu, Satgas Covid-19 mencatat Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di lima provinsi di Indonesia sudah berada di atas 70 persen akibat lonjakan kasus positif corona .

Kelima provinsi tersebut antara lain DKI Jakarta (84 persen), Banten (77 persen), DI Yogyakarta (76 persen), Jawa Barat (72 persen), dan Bali (70 persen).

Kemudian ada 11 provinsi dengan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukannya di atas 50 persen.

Sebelas provinsi itu adalah Jawa Timur (66 persen), Kalimantan Timur (66 persen), Sulawesi Barat (65 persen), Sulawesi Tengah (64 persen), Lampung (64 persen), Jawa Tengah (62 persen), Kalimantan Selatan (53 persen), Sulawesi Utara (53 persen), Sulawesi Selatan (52 persen), Nusa Tenggara Barat (52 persen), dan Sumatera Utara (51 persen).

Editor: Eko Fajri