Tol Padang - Pekanbaru, Kadis Pertanahan Sumbar: Seksi Padang - Sicincin Tinggal Satu Titik

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Sumbar Era Sukma Munaf
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Sumbar Era Sukma Munaf (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Sumbar Era Sukma Munaf menyampaikan, secara prinsip pembebasan lahan Tol Padang Pekanbaru seksi Padang - Sicincin telah selesai.

Hanya tinggal satu titik lahan dari Hartono Wijaya dan Buyung CS merupakan pergudangan yang masuk dalam trase tol Padang - Pekanbaru. Posisinya pas ditengah tol yang akan dibangun.

baca juga: Uang Hasil Pencurian Batu Akik Rp 286 Juta Lebih, Pelaku Habiskan untuk Belanja dan Pesta

"Hanya tinggal satu ini lagi, selain titik ini sudah dilakukan pembayaran dan secara prinsip selesai," ungkapnya saat ditemui KLIKPOSITIF diruang kerjanya, Kamis, 28 Januari 2021.

Era menerangkan, karena belum mencapai kesepakatan pembangunan tol harus ditangguhkan di titik tersebut. Namun pada titik lain tetap berjalan. Persoalan dengan pemilik gudang sampai ke PTUN dan dia mengakui di PTUN dimenangkan oleh Hartono Wijaya dan Buyung CS.

baca juga: Komplotan Pencuri Batu Akik yang Dihiasi Berlian Senilai 11 Milyar Ditangkap Polisi

Walaupun demikian pembebasan lahan akan tetap dilakukan sebab setelah komunikasi dengan Kementerian PU trase tol tidak mungkin diganti.

"Saat ini telah sampai pada keputusan Mahkamah Agung mencabut putusan tersebut dulu dan setelah ada SK gubernur proses pembebasan lahan akan diulang lagi. Sebab tidak mungkin perubahan trase karena tidak mungkin jalan tol berbelok patah pas di lokasi tersebut," terangnya.

baca juga: Wagub Sumbar: Tim Percepatan Pembebasan Lahan Tol Padang - Pekanbaru Aktif Datangi Pemilik

Menurutnya, ada kekeliruan administrasi dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terkait izin UKL UPL pergudangan. Karena Amdal jalan tol lebih dulu keluar dari izin - izin pergudangan tersebut. Namun, izin pergudangan tetap dikeluarkan oleh dinas yang sama.

"Ini juga harus diselesaikan, jika tidak bisa berdampak hukum pada dinas yang mengeluarkan izin. Kenapa ada izin muncul setelah perencanaan jalan tol selesai. Artinya di jalan tol keluar izin gudang, persoalan ini tidak muncul dipersidangan," ungkapnya.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Pembebasan Lahan Tol Padang Pariaman Segera Dituntaskan

Era melanjutkan, persoalan yang muncul di persidangan lebih kepada tidak diikutsertakannya pemilik gudang dalam Forum Grup Diskusi (FGD). Padahal pihak pemerintah sudah mengundang anak gudang sebagai keterwakilan.

"Namun itu tidak jadi persolan, kami juga akan mengundang kembali pemilik lahan namun karena COVID-19 belum bisa terlaksana. Kita sebagai fasilitator akan memfasilitasi sebaik-baiknya agar tol ini terlaksana, daerah lain sudah pada selesai tinggal kita yang dari Sumbar ini lagi," tuturnya.

Walaupun terkendala dengan pembebasan lahan Hartono Wijaya dan Buyung CS, Era menyampaikan pembangunan tol tetap berjalan. "Pembangunan tetap jalan, cuma pada titik tersebut ditinggalkan dulu sampai pembebasan lahan selesai," terangnya.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menjelaskan, tujuan tol Padang - Pekanbaru untuk mengurai kamacetan dan mempercepat waktu tempuh Padang - Pekanbaru dan sebaliknya. Hal ini tentu akan berdampak ekonomi kepada daerah.

"Jalan tol tidak akan merugikan pedagang yang biasa berjualan disepanjang jalan. Mereka yang masuk tol sudah pasti mereka yang tidak berhenti dijalan. Untuk itu harus ada komitmen bersama danmari kita dukung bersama," ajaknya.

Dia menyebutkan, sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi pada 2018 lalu, baru sekitar 3 kilometer berwujud tol di seksi Padang - Sicincin.

"Malu kita sama daerah lain, padahal sama - sama di ground breaking oleh Presiden. Mari sama-sama kita dukung pembangunan ini," tutupnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir