Hearing Bersama PGRI dan Kepsek SMP, DPRD Payakumbuh: Legislator Siap Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Suasana hearing Komisi C DPRD Payakumbuh bersama PGRI Payakumbuh dan Kepsek SMP se-Kota Payakumbuh
Suasana hearing Komisi C DPRD Payakumbuh bersama PGRI Payakumbuh dan Kepsek SMP se-Kota Payakumbuh (Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh siap perjuangkan nasib guru honorer dan tenaga honorer yang ada di Kota Payakumbuh . Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Payakumbuh Mesrawati saat menerima kunjungan dan dengar pendapat dengan Persatuan Guru Repulik Indonesia (PGRI) Payakumbuh dan Kepala SMP se-Kota Payakumbuh .

Mesrawati mengatakan dalam beberapa waktu terakhir nasib dari honorer sekolah terus menjadi perhatian dari DPRD. Ia menilai setidaknya gaji dan insentif guru honorer bisa sama dengan gaji dari Tenaga Harian Lepas (THL).

baca juga: Kejari Payakumbuh Tak Tutup Kemungkinan Adanya Tersangka Baru Terkait Dugaan Korupsi Penyimpangan Dana COVID-19

"Kalau sekarang kan memang terlalu jauh dari standar dan pada kenyataannya saat ini masih ada guru honorer yang mendapatkan honor sebesar Rp200 ribu. Untuk itu, minimal seluruh guru honorer bisa mendapatkan honor sebesar Rp1,5 juta," kata Mesrawati dihadapan Wakil Ketua DPRD Armen Faidal, Sekretaris Komisi C Syafrisal dari fraksi PBB, anggota Komisi C Suparman fraksi PKS, YB. Dt. Parmato Alam fraksi Golkar, Fahlevi Masni fraksi Demokrat, Ismet Arius fraksi Nasdem, dan Sekretaris Dewan diwakili Julfiter.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut telah disampaikan dalam pelaksanaan rapat anggaran bersama dengan pihak Pemerintah Kota Payakumbuh . Kemudian pihaknya akan menindaklanjuti apa yang telah disampaikan dan menjadi permasalahan dari kepala sekolah ini ke dinas yang bersangkutan dan pemerintah daerah.

baca juga: Kuasa Hukum Ungkap Alasan Kadinkes Payakumbuh Ajukan Surat Penangguhan Penahanan

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam mengatakan semestinya untuk hal yang mendasar seperti pendidikan ini tidak ada alasan bagi Pemko Payakumbuh untuk tidak menganggarkan hal ini. Hal ini disampaikannya karena fraksi Golkar secara konsisten untuk hal tersebut karena pendidikan adalah hal yang mendasar untuk membangun SDM di Payakumbuh .

"Apalagi saat ini sekolah-sekolah di Kota Payakumbuh juga bertumpu dengan guru honorer karena banyaknya kekurangan guru PNS untuk tingkat SD dan SMP. SD itu saat ini ada kekurangan sekitar 150 orang yang telah pensiun dan di SMP ada 102 orang. Sehingga ini yang saat ini diisi oleh guru honorer dan berarti ini kan tidak masuk akal kalau honorer hanya mendapatkan honor Rp200 ribu," ujarnya.

baca juga: Grebek Jemaah Subuh di Masjid, Aksi Safari Subuh ACT Payakumbuh Berikan Keberkahan Santapan Pagi Gratis

Sementara itu Ketua PGRI Kota Payakumbuh Safwan mengatakan saat ini memang masih didapatkan gaji guru honorer di Payakumbuh yang jauh dari standar. Menurutnya, dunia pendidikan ini harus menjadi perhatian dari pemerintah setempat karena kenyataan sekarang bahwa gaji guru honor jauh dari standar dan bahkan tidak cukup untuk hanya pembeli minyak kendaraan.

"Permasalahan ini tentu juga tergantung kepada keinginan pemerintah untuk mendukung dunia pendidikan. Jika memang pemerintah memperhatikan dunia pendidikan, tentu salah satu hal yang harus diperhatikan yaitu tenaga pendidiknya," kata Ketua PGRI Payakumbuh .

baca juga: Kadinkes Payakumbuh Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan Dana COVID-19

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Khadijah