SBY Singgung Penguasa Politik, Dibalas Guru Besar USU dengan Komentar Ini

Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Net)

KLIKPOSITIF -- Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) baru saja mencuit soal adanya cara berpolitik yang lebih bermoral dan beradab.

SBY menyinggung pemegang kekuasaan politik dan 3 golongan manusia yang dilihat dari kacamata atau perspektifnya.

baca juga: Ingat Tiga Hal Ini Bisa Pemicu Kenaikan Kasus Covid-19

Hal itu diutarakan SBY lewat jejaring Twitter resmi @SBYudhoyono pada Minggu (31/1/2021) dan sontak ditimpali berbagai respons publik.

"Bagi siapapun yang memegang kekuasaan politik , pada tingkat apapun, banyak cara berpolitik yang lebih bermoral dan beradab," tulis SBY seperti dikutip Suara.com, jaringann Klikpositif.com.

baca juga: Kasus Covid-19 di Seluruh Dunia Mulai Membaik, Menkeu Ingatkan untuk Terus Waspada

SBY menyebutkan, ada 3 golongan manusia di dunia yakni 'the good', 'the bad', dan 'the ugly'.

"Kalau tidak bisa menjadi 'the good', janganlah menjadi 'the ugly'," tandas SBY .

baca juga: Beberapa Bahan Pokok di Pasaman Barat Terpantau Alami Lonjakan Signifikan

Cuitan SBY ditimpali oleh Guru Besar USU, Prof Yusuf Leonard Henuk yang belum lama ini pun terpantau bersinggungan dengan Partai Demokrat .

Prof Yusuf mengatakan, SBY belum sadar meski sudah diingatkan olehnya soal mengajarkan 'ikan berenang' ke pemegang kekuasaan sekarang.

baca juga: Mulai Bulan Depan, 53 Model Ponsel Ini Tidak Lagi Bisa Gunakan WhatsApp

"Sudah @SBYudhoyono, rupanya belum sadar juga telah diingatkan @profYLH jangan ajari ikan-ikan berenang ke pemegang kekuasaan saat ini," tukas Prof Yusuf Leonard Henuk.

Tidak berhenti sampai di situ, Guru Besar USU itu pun juga menyebut adanya 3 golongan manusia yang dibedakan menurut sifatnya yakni bertakwa, kafir, dan munafik.

"Ada 3 golongan manusia, 'bertakwa', 'kafir', dan 'munafik'. Janganlah menjadi 'munafik' terus, karena 'Tuhan tidak suka'," sambung Prof Yusuf.

Polemik Yusuf Leonard Henuk dan Partai Demokrat

Profesor Yusuf L Henuk belum lama ini dilaporkan ke Polda Sumut terkait cuitan yang diduga menghina Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dan anaknya yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Bakomstra DPP Demokrat , Ossy Dermawan yang menyebut laporan dilayangkan karena narasi Prof Yusuf tidak mendidik dan tidak pantas keluar dari seorang akademisi.

Prof Yusuf diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 27 ayat 3.

Laporan itu tertuang dalam STTPL/75/I/2021/SUMUT/SPKT "I". Pelapor adalah kader Partai Demokrat Kota Medan bernama Subanto, warga Jalan Bilal Ujung, Medan Timur.

Sementara itu, hal ini buntut dari laporan atas cuitannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ), Prof Yusuf sempat mengaku akan melaporkan sejumlah politisi PD.

"Mereka akan saya laporkan atas pernyataan yang menghina pribadi saya di Medsos . Saya dikatakan sakit jiwa, kurang waras dan binatang," kata Prof Yusuf L Henuk, Kamis (14/1/2021).

Ia mengatakan, akan melaporkan tiga nama yang merupakan kader Partai Demokrat . Mereka adalah Kepala Biro Perhubungan DPP Partai Demokrat , Abdullah Rasyid, Ketua DPC Demokrat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu. Dan Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat , Ardy Mbalembout.

"Semula saya mau buat laporan ke Polda Sumut, tetapi hasil diskusi dengan kawan-kawan saya buat laporan ke Polda Metro Jaya saja," ujarnya.

Alasan Prof Yusuf membuat laporan ke Polda Metro lantaran lebih dekat dengan kediaman pihak yang akan dilaporkan.

Ia berencana akan berangkat ke Jakarta untuk melaporkan ketiga nama itu pada pekan depan.

"Jadi saya rencana mau ke Jakarta minggu depan. Karena kalau di Medan prosesnya panjang," ungkapnya.

Editor: Eko Fajri