Pengacara Keluarga DPO yang Ditembak Polisi Surati LPSK, Minta Perlindungan

pengacara keluarga DS, Guntur Abdurrahman
pengacara keluarga DS, Guntur Abdurrahman (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengacara keluarga Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan inisial DS alias DG yang menjadi korban penembakan oleh salah seorang pesonel Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan telah mengirimkan permintaan perlindungan kepada Lembara Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ).

"Kami meminta kepada LPSK untuk menjamin keamanan dan keselamatan saksi yang melihat peristiwa tersebut," kata pengacara keluaga DS, Guntur Abdurrahman, Senin 1 Februari 2021.

baca juga: Terbanyak dalam Sejarah, Pemerintah Bakal Buka 1,2 Juta Formasi CPNS

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada LPSK untuk memberikan perlindungan kepada saksi yang melihat kejadian itu seperti istri dan anak korban.

"Selain meminta perlindungan, kami juga meminta pemulihan trauma pada istri dan anak korban yang menaksikan langsung personel kepolisian itu menembak korban," lanjutnya.

baca juga: DPR Setujui Rencana Pemerintah Bubarkan Kemenristek

Ia mengatakan bahwa anak DS yang masih berumur tiga tahun saat ini mengalami trauma dan sering megatakan bahwa ayahnya meninggal dunia karena ditembak oleh polisi .

" LPSK sudah menerima surat kami dan akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali gangguan psikis istri dan anak koban ini," lanjutnya.

baca juga: Baleg DPR Setujui Draf RUU SKN

Sebelumnya, Kuasa hukum keluarga almarhun DS menyatakan akan melaporkan salah satu personel kepolisian Resort Solok Selatan ( Solsel ) atas dugaan pembunuhan.

"Nanti kami akan melaporkan yang bersangkutan atas dugaan pembunuhan sesuai yang telah diatur dalam pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)," kata kuasa hukum keluarga DS, Guntur Abdurrahman, Jumat 29 Januari 2021 di Padang.

baca juga: Rencana Bangun Jalan Layang di Sitinjau Lauik, Bappenas: Pendanaan Bisa dari SBSN

Menurutnya, aparat yang melakukan penangkapan telah menembak korban di bagian kepala belakang yang mengakibatkan meninggal dunianya DS yang merupakan seorang DPO kasus tindak pidana judi oleh Polres Solok Selatan .

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri