Orang Minang Tak Bisa Jadi Presiden? Pengamat Politik Unand: Memilih Pemimpin Itu Bukan Karena Etnisnya, Tapi...

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (Net)

KLIKPOSITIF - Pengamat Politik Universitas Andalas Asrinaldi menangkap dua hal terkait cuitan Natalius Pigai yang menyebut orang Minang tidak bisa menjadi presiden .

Menurutnya Asrinaldi, secara fakta sejarah memang tidak ada orang Minangkabau yang jadi presiden .

baca juga: Tekan Penularan Covid-19, Pemda Diminta Perkuat Tim Khusus Testing dan Tracing

"Kalau bicara tentang Demokrasi, orang yang punya masa banyak dalam arti suara pemilih, dalam hal ini orang Jawa, fakta yang tidak mungkin kita nafikan," katanya saat dihubungi Katasumbar.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Selasa (2/2/2021).

Kendati demikian Asrinaldi menilai peluang tetap ada, sepanjang isu primordialisme tidak muncul. Dalam konteks pemilihan orang semakin lama semakin rasional.

baca juga: Antisipasi Pengangguran, Desa di Pariaman Beri Pelatihan Pada Puluhan Warga

"Orang memilih pemimpin itu bukan karena etnisnya, tapi karena kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

"Bukan berarti persoalan Minang atau tidak Minang," pungkasnya.

baca juga: Pembangunan GSG Pariaman Baru 30 Persen, Pemerintah Butuh Rp14 Miliar lagi

Sebelumnya, Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dia dilaporkan atas dugaan telah menyebarkan ujaran kebencian bernada diskriminatif terkait kicauannya yang menyebut orang suku Minang tak bisa menjadi presiden .

Laporan tersebut dilayangkan oleh seorang warga asal Minang bernama Aznil (48) dan didampingi oleh sejumlah organisasi masyarakat yang mengatasnamakan DPP Pemuda Pelajar Mitra Kamtibmas (PPMK) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

baca juga: Pemkab Pessel Percepat Penyaluran BLT Nagari Guna Menjaga Daya Beli Masyarakat

Laporan itu pun telah diterima oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/0061/II/2021/BARESKRIM/ tertanggal 1 Februari 2021.

"Setelah tiga jam kita melapor ke Bareskrim, Alhamdulilah laporan sudah diterima Bareskrim, atas tindakan tidak menyenangkan atau diskriminatif terhadap suku minang yang mengatakan suku Minang itu tidak bisa jadi presiden ," kata Aznil di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021) dilansir dari Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com.

Menurut Aznil, kicauan Natalius Pigai lewat akun Twitter, @NataliusPigai2 yang menyebut orang Minang tidak bisa menjadi presiden berpotensi memecah belah bangsa. Dia berharap laporan yang dilayangkannya itu dapat segera ditindaklanjuti oleh penyidik.

"Ini adalah potensi adanya terpecah belah pada bangsa dan negara kita. Ini sudah ditemukan unsur pidananya. Ini prinsipnya adalah menjaga NKRI kita," katanya.

Sementara kuasa hukum Aznil, Bambang Sripujo menjelaskan bahwa Natalius Pigai patut diduga telah melanggar Pasal 45a Ayat 2 Juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 16 Juncto Pasal 4 huruf b Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras dan Etnis.

"Jelas pada Twitter Natalius Pigai itu menyebut etnis Minang. Natalius Pigai harusnya belajar ibu kota aja pernah di Sumatera Barat masa tidak boleh orang-orang di Sumatera Barat menjadi presiden ," jelas Bambang.

Editor: Eko Fajri