BMKG: Waspada November Puncak Musim Hujan

Pantauan curah hujan BMKG
Pantauan curah hujan BMKG (klikpositif/bmkg)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Bandan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Padang, menyatakan November 2016 telah memasuki puncak musim hujan, sehingga diharapkan masyarakat untuk waspada.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiaji, di Padang, Senin 31 Oktober 2016, mengatakan wilayah Sumbar secara umum pada bulan ini telah memasuki puncak musim penghujan, sehingga diharapkan masyarakat mewaspadainya. Hujan diperkirakan akan terus berlangsung dengan intensitas sedang.

baca juga: Boyong Dua Perak PON Papua,Andre Rosiade Sambut dan Jamu Rombongan Karateka Sumbar

"Dengan prakiraan cuaca di wilayah ini, kemungkinan adanya bencana alam juga meningkat, terutama terhadap bahaya tanah longsor, maupun banjir yang diakibatkan meningkatnya curah hujan," kata Budi.

Ia menambahkan, meningkatnya curah hujan di wilayah itu pada November, murni disebabkan siklus cuaca yang mengakibatkan Sumbar akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

baca juga: Pengurus dan Kader Solid, DPD PAN Target Enam Kursi DPRD Pada Pemilu 2024

Berdasarkan hal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat yang ada di kawasan perbukitan dan daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap bencana alam tersebut.

Selain itu, untuk masyarakat yang tinggal di kawasan pinggir pantai juga di imbau untuk waspada, mengingat tinggi gelombang yang sewaktu-waktu bisa mencapai 3,5 meter.

baca juga: Usai Lantik PAW Anggota DPRD Solsel, Zigo: Setelah Dilantik Harus Rajin Ke Kantor

"Untuk pesisir pantai, masyarakat yang sering melaut juga harus mewaspadai tinggi gelombang, terutama bagi yang menggunakan perahu-perahu kecil dalam melaut," tegasnya.

Budi menegaskan, cuaca di sumbar saat ini dari pantauan BMKG tidak ada hubungannya dengan fenomena La Lina dan fenomena Dipole Mode yang nilainya negatif.

baca juga: Kegiatan KIE di Tanah Datar, Darul Siska Sebut Ini Penyebab Capaian Vaksinasi Sumbar Rendah

Fenomena La Lina sendiri merupakan gangguan iklim akibat suhu permukaan laut Samudera Pasifik yang menyebabkan kelebihan curah hujan atau rata-rata hujan mulai dari normal hingga di atas normal.

Sehubungan dengan itu, sebelumnya,  pihak terkait juga meminta pihak pemerintah untuk dapat mengantisipasi bencana alam akibat puncak musim hujan di provinsi tersebut. (*)

Penulis: Eko Fajri