Inginkan Silat Tradisi Solsel Dilestarikan, Fauzi Bahar : Jangan Sampai Guru Mati Buku Terpanggang

Ketua IPSI Sumatera Barat Fauzi Bahar melantik Pengurus cabang IPSI Solok Selatan di Padang Aro, Senin 8/2
Ketua IPSI Sumatera Barat Fauzi Bahar melantik Pengurus cabang IPSI Solok Selatan di Padang Aro, Senin 8/2 (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sumatera Barat Fauzi Bahar meminta Silat Tradisi Solok Selatan dilestarikan, agar jangan sampai guru mati buku terpanggang.

"Harapan kami tetap dilestarikan jangan sampai guru mati buku terpanggang, tidak ada lagi tempat bertanya sehingga Silat Solok Selatan hilang begitu saja," kata Fauzi Bahar saat melantik pengurus IPSI Solok Selatan di Padang Aro Senin 8/3.

baca juga: Dinkes Solsel Sebut Vaksin Diperlukan untuk Membentuk Kekebalan Kelompok Terhadap Virus Covid-19

Untuk itu imbuhnya, harapan tertumpu kepada Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Solok Selatan untuk terus menggali dan menginventarisasi Silat tradisi yang ada.

" Silat sangat efektif untuk membentuk karakter generasi muda, sehingga tetap saling menghormati meskipun sudah lintas generasi," katanya.

baca juga: Setelah Geledah Dinas PU, Tim Kejari Lanjutkan Penggeledahan Ke Kantor BPKD Solsel

Dia menceritakan saat menjabat wali kota Padang para siswa sering terlibat tawuran sehingga pihaknya berinisiatif agar pakaian olahraga siswa diseragamkan menggunakan pakaian silat , dan ini efektif untuk mencegah tawuran tersebut.

"Dulu pakaian olahraga itu berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, saat mereka berolahraga di Lapangan Imam Bonjol sering kali terjadi tawuran akibat masalah sepele, saat pakaian olahraga diseragamkan, tawuran bisa dicegah karena mereka tidak dapat lagi membedakan teman satu sekolahnya atau bukan," ujarnya.

baca juga: Satu Koper Berisi Dokumen Dibawa Tim Kejari Usai Geledah Ruang Dinas PU Solsel

Pengurus LKAAM Solok Selatan Attila Madjidi menyebutkan pihaknya memang sedang menggali dan menginventarisasi Silat tradisi yang ada di daerah itu.

"Sedang proses tersebut, karena silat minang bukan hanya sekedar beladiri tapi tempat pembentukan karakter bagi generasi muda, Sabar, rendah hati, sikap saling menghargai dan menghormati," katanya.

baca juga: FLASH: Kejari Geledah Kantor PU Solsel

Selain itu imbuhnya, Silat adalah sisampiang atau pakaian bagi Ninik mamak atau tokoh adat, sehingga jauh hari pihaknya mencoba menginventarisasi untuk membangkitkan kembali silat Minang di daerah itu.

"Besok kami sudah ada agenda bertemu pimpinan DPRD untuk meminta dukungan sekaitan pelestarian silat tradisi di Solok Selatan ini," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Haswandi