Angkutan Umum di Bukittinggi Harus Menumpang Uji Kir ke Daerah Lain, Ini Penyebabnya

.
. (Katasumbar)

KLIKPOSITIF - Ketua Organda Bukittinggi Syafrizal menyebut, pengendara mulai mengeluh karena Bukittinggi tak punya tempat Uji Kir kendaraan .

Penyebabnya, Pemerintah Pusat menutup lokasi UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Gaduik Agam.

baca juga: Wapres: 40 Persen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah untuk UMKM

Akibatnya untuk Uji Kir , sopir mesti pergi ke wilayah lain seperti Payakumbuh, Padang Panjang maupun kota lain di Sumbar.

"Per 1 Januari, Dirjen Perhubungan Darat menutup UPTD PKB yang di Gaduik, sopir-sopir sudah ada yang mengeluhkan hal ini," ucap Syafrizal, Rabu 10 Februari 2021.

baca juga: Diubah Pemerintah, Ini Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

UPTD Gaduik, sebut Syafrizal, tak memiliki syarat Uji KIR secara elektronik, atau Belum Lulus Uji Elektronik (BLUe).

"Jadi kantor KIR Gaduik harus memiliki BLUe untuk beroperasi lagi. Kita harap Pemko Bukittinggi secepatnya menindaklanjuti," katanya.

baca juga: Pemerintah Pastikan Pembuatan Kartu Pencari Kerja Gratis, Begini Caranya Membuatnya

Selain faktor jauhnya lokasi KIR, biayanya pun mesti 2 kali lipat karena kendaraan tersebut menumpang tempat pengujian ke lokasi lain.

"Biasanya tarifnya kan 90 sekali uji, dengan menumpang uji ke tempat lain, biaya membengkak 2 kali lipat," sebut Syafrizal.

baca juga: Pemerintah: Kebijakan Energi Daerah Harus Dipercepat

Sumber: Katasumbar

Editor: Eko Fajri