Satgas Pamtas RI-PNG Harus Rebut Simpati dan Hati Rakyat Setempat

Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin.
Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin menyebut bahwa tim satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) RI- Papua Nugini di sektor utara dari Yonif 131/BRS harus dapat mengambil simpati dan hati rakyat setempat saat bertugas.

Menurutnya, dengan mendapatkan simpati dan hati rakyat maka akan terjalin kemanunggalan TNI-rakyat sehingga kehadiran Satgas Pamtas RI- Papua Nugini di perbatasan dapat diterima dengan penuh rasa kekeluargaan.

baca juga: Cari 3 Korban Perahu Terbalik, Tim SAR 50 Kota Temukan Tas Hitam di Sungai

Dia menjelaskan, prajurit juga harus memahami dan tetap menghormati kultur budaya dan adat istiadat dari masyarakat setempat.

"Meski begitu, prajurit tidak boleh dan harus tetap waspada serta tidak boleh terpengaruh dengan segala bentuk provokasi," katanya beberapa waktu lalu.

baca juga: Tiga Pemudik Asal Payakumbuh Hanyut Saat Mudik Lebaran, Pencarian Korban Akan Dilanjutkan Pagi Ini

Dia juga mengingatkan para prajurit untuk dapat mengendalikan diri dalam bentuk situasi apapun di medan tugas.

"Terus jalin komunikasi yang harmonis dengan aparat pemerintah setempat, sehingga kendala yang didapati di daerah operasi dapat teratasi dan laksanakan petunjuk serta perintah dari pimpinan di lapangan," ujarnya.

baca juga: Antisipasi Tahanan Kabur, Wakapolres Lima Puluh Kota Lakukan Hal Ini

Ia mengatakan bahwa wilayah perbatasan merupakan daerah rawan baik aksi kelompok bersenjata, pelanggaran lintas batas, penyelundupan maupun pergeseran batas wilayah.

"Dikaitkan dengan perkembangan situasi keamanan di wilayah Papua , khususnya perbatasan masih sering terjadi dari kelompok bersenjata," kata dia.

baca juga: Payakumbuh Zona Oranye COVID-19, Hamdi Agus Ajak Warga Patuhi Instruksi Pemerintah Soal Salat Ied

Oleh sebab itu, katanya dibutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari seluruh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 131/BRS.

Pangdam memerintahkan agar seluruh prajurit jangan pernah memiliki keraguan dalam bertugas guna menegakkan integritas dan menjaga kedaulatan NKRI yang pastinya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Kepercayaan bangsa dan negara ini merupakan kehormatan dan kebanggan. Prajurit diharapkan mampu mengemban tugas ini demi keutuhan dan kedaulatan NKRI," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Yonif 131/BRS Letkol. Inf. Muhammad Erfani mengatakan jumlah prajurit yang akan berangkat untuk Satgas Pamtas RI-PNG berjumlah 450 orang.

"Prajurit kita telah melewati tahap latihan dan peninjauan dari komando atas dan dinyatakan siap untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan ini," katanya. (*)

Editor: Taufik Hidayat