Pemerintah Pasaman Barat Bakal Lakukan Vaksinasi Kedua Terhadap 10 Pejabat Esensial

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Yudesri saat melakukan vaksinasi pertama
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Yudesri saat melakukan vaksinasi pertama (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat - Sumbar kembali melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap 10 orang pejabat. Vaksinasi kedua ini dilakukan terhadap pejabat yang sama.

"Untuk 10 orang pejabat esensial yang vaksin perdana beberapa waktu lalu, akan kita vaksin kembali," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat Jon Hardi, Senin (15/2/2021).

baca juga: Ada Kasus Kematian, Pemerintah Indonesia Hentikan Sementara Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

Menurutnya vaksinasi COVID-19 harus dilakukan dua kali setelah vaksinasi pertama, dengan rentang waktu 14 hari setelah vaksin pertama dilakukan.

Pejabat esensial itu yakni unsur Pimpinan DPRD Kapolres, Kajari, Dandim, Ketua MUI, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Daerah dan Direktur Rumah Sakit Swasta.

baca juga: Ini Penyebab Vaksinasi Lansia di Puskesmas Andalas Minim

"Besok di RS Jambak Pasaman Barat , beliau-beliau itu akan divaksin kembali untuk interval kedua," ungkap Jon Hardi.

Ia menjelaskan untuk vaksinasi COVID-19 tahap I yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dikhususkan untuk tenaga kesehatan dan ditambah dengan 10 orang pejabat esensial.

baca juga: Libur Lebaran, Vaksinasi di Kota Padang Tersendat

Saat ini sasaran vaksinasi pertama untuk tenaga kesehatan sudah mencapai 54 persen dari 1.840 sasaran vaksin didaerah itu. Walaupun masih belum maksimal, namun untuk pencapaian sudah berjalan dengan baik.

Lanjutnya Jon Hardi menerangkan untuk pencapaian yang maksimal dalam vaksinasi ada beberapa faktor yang tidak boleh dilakukan, seperti demam atau faktor lainnya.

baca juga: Puskesmas Andalas Telah Vaksin Ribuan Warga

Sedangkan sebelumnya dalam surat edaran terbaru dari Kementerian Kesehatan, pada awalnya vaksinasi tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

"Sekarang sudah boleh, tensi 180 boleh divaksin. Flu biasa boleh di vaksin . Ibu menyusui sudah boleh di vaksin . Hanya demam yang yang tak boleh," terang Jon Hardi.

Ia juga mengungkapkan untuk tahap selanjutnya akan dilakukan penyuntikan terhadap pejabat publik, TNI, Polri, Guru, ASN, Pedagang, Pegawai Bank dan petugas pelayanan publik lainnya.

"Tahap berikutnya akan dimulai dan sudah pada saat pendataan. Saya tekankan kepada masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin," tegasnya.

"Mereka para pejabat dan tenaga kesehatan yang telah divaksin aman-aman saja. Semoga dengan ini, rasa takut masyarakat untuk divaksin berkurang," sambung Jon Hardi.

Untuk diketahui sebanyak 3.680 vial (ampul) vaksin COVID-19 telah tiba di Kabupaten Pasaman Barat pada Kamis (28/1) lalu. Ribuan vaksin itilu dikhususkan penyuntikan untuk para tenaga kesehatan dan ditambah 10 orang pejabat esensial di Pasaman Barat .

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi