MK Tolak Gugatan Sengketa Pilkada Padang Pariaman, Ini Alasannya

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Mahkamah Konstitusi (MK) RI menolak permohonan sengketa Pilkada 2020 yang diajukan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman , Sumatera Barat (Sumbar), nomor urut 2 Tri Suryadi-Taslim.

Penolakan tersebut disampaikan Ketua MK Anwar Usman dalam sidang pembacaan amar putusan, Senin (15/2/2021).

baca juga: Ini Upaya Pemerintah Pariaman untuk Capai 100 Persen Target Vaksinasi Dosis Pertama

Anwar Usman membacakan amar putusan yang di dalamnya berkaitan dengan eksepsi termohon dan pihak terkait.

Pertama, MK menyatakan eksepsi termohon dan pihak terkait berkenaan dengan tenggang waktu pengajuan permohonan beralasan menurut hukum. Kedua, permohonan pemohon melewati tenggang waktu pengajuan permohonan.

baca juga: Dewas Tolak RKP 2022 Direksi PDAM Pessel, Ini Alasannya

Seperti diketahui, rekapitulasi hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman digelar tanggal 16 Desember 2020 dan diumumkan di hari yang sama melalui website KPU Padang Pariaman .

Tenggang waktu tiga hari sejak KPU Padang Pariaman sebagai termohon mengumumkan penetapan perolehan suara hasil pemilihan yaitu berada pada 18 Desember 2020. Sedangkan Cabup dan Cawabup nomor urut 2 mengajukan permohonan ke MK pada tanggal 21 Desember 2020 pukul 16.01 WIB.

baca juga: Lantik 133 Pejabat, Ini Harapan Walikota Pariaman

Sebelumnya, tim Tri Suryadi-Taslim telah menyiapkan sejumlah barang bukti dan delapan saksi untuk memperkuat laporannya MK terkait dugaan pelanggaran Pilkada .

Sumber: Antara/Suara.com

baca juga: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Hampir 80 Persen, Presiden: Semoga Bisa Diuji Coba Akhir Tahun

Editor: Eko Fajri