Beruang Sering Muncul di Kawasan Kelok 44, BKSDA Agam Pasang Perangkap

BKSDA Pasang Perangkap
BKSDA Pasang Perangkap (Dokumentasi BKSDA Resort Agam)

AGAM , KLIKPOSITIF - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam memasang perangkap beruang di kawasan Kelok 44 .

Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra mengatakan, dua unit perangkap dipasang di Jorong Padang Galanggang, Nagari Matur Mudiak Kecamatan Matur, Senin (15/02).

"Setidaknya, beruang telah 7 kali terlihat di kawasan tersebut. Beberapa hari belakangan beruang juga muncul di perkebunan warga," kata Ade.

baca juga: Pemkab Agam Akan Bagikan Ribuan Bibit Tanaman Selama Ramadan

Dijelaskan Ade Putra, pemasangan perangkap bertujuan untuk mengevakuasi satwa langka dan dilindungi itu. "Ini agar tidak terjadi konflik," ujarnya.

Menurut catatan pihaknya, kemunculan satwa ini merupakan yang ketujuh kalinya. Titik kemunculan beruang yakni di Kelok 35, Kelok 42, Kelok 28, Jorong Sidang Tangah, Ambun Tanai, Nagari Bayur dan Kelok 43 Jorong Padang Galanggang.

baca juga: Wali Nagari Pasia Laweh Agam, Terpilih Jadi Ketua Forwana Sumbar

"Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan keterangan beberapa saksi mata diduga satwa beruang yang muncul berkali-kali tersebut adalah individu yang sama," sebut Ade.

Hasil analisa tanda-tanda keberadaan satwa, imbuhnya lagi, diperkirakan beruang itu berusia 10 tahun dan mengalami disorientasi atau tersesat dari habitatnya.

baca juga: Bupati Agam Sebut 5 Pekerjaan Rumahnya, Termasuk Macet Padang Lua

"Habitat beruang tersebut berada di kawasan hutan lindung yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kemunculan," ungkapnya lagi.

Disebutkan Ade, warga Jorong Padang Galanggang, Asril (58) mengaku bertemu dengan satwa beruang di kebun miliknya. Asril mengusir satwa itu dengan anjing peliharaan, sehingga beruang lari menuju kawasan hutan di sekitar pemukiman warga setempat.

baca juga: Tembus Perbatasan, Dikdukcapil Agam Terbitkan 630 Dokumen

"Selain itu, jumat (12/02) beruang juga ditemukan berada di atas pohon yang berjarak tidak jauh dari taman wisata Ambun Tanai," sebutnya.

Sebelumnya, pada Oktober 2020, video kemunculan beruang di Kelok 35 Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat beruang hendak melintasi jalan, namun terkejut dengan kehadiran manusia, satwa dilindungi itu berlari menuju lokasi persawahan warga dan menuju hutan.

"Kami mendapatkan laporan, langsung melakukan klarifikasi kepada warga yang mengunggah video tersebut ke media sosial atas nama Erni Yanti (30)," kata Ade.

Dari keterangan warga itu, tukasnya, video tersebut diambil salah seorang warga di Kelok 35 Baroco, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur. Beruang madu itu juga muncul satu pekan lalu di dekat rumahnya.

Ade menambahkan, pemasangan perangkap menggunakan umpan buah nangka dan durian. Pemasangan perangkap dilakukan mengingat satwa itu sudah berkali-kali muncul mendekati pemukiman warga.

"Selama perangkap terpasang, kami bersama aparat pemerintahan nagari akan terus melakukan pemantauan," ujarnya.

Editor: Rezka Delpiera