Nasrul Abit, Berawal Wabup Berakhir Wagub

Nasrul Abit
Nasrul Abit (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Nasrul Abit punya perjalanan karir yang agak unik sebagai kepala daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Berawal dari wakil bupati berakhir pada wakil gubernur .

Putera terbaik Pesisir Selatan memutuskan pensiun dari pegawai di rumah sakit Kampung dan pulang kampung untuk mambangkit batang tarandam. Awal karirnya menjadi wakil bupati Pesisir Selatan 2000-2005 mendampingi Darizal Basir.

baca juga: Tabligh Akbar di Masjid Terapung Pessel, Umi Pipik Ajak Umat Islam Suci Hati Sambut Ramadan

Kemudian tokoh kelahiran Labuhan Tanjak, Air Haji ini berhasil dua periode memimpin Pesisir Selatan . Periode pertama menjadi Bupati dengan Pemilihan langsung berpasangan dengan Syafrizal Ucok, lalu periode kedua terpilih lagi dan berpasangan dengan Editiawarman.

Selalu menang, akhirnya politikus Partai Gerindra ini loncat ke provinsi mendampingi petahana Irwan Prayitno pada Pilgub Sumbar 2015 - 2020. Keberuntungan lagi - lagi ditangan Nasrul Abit . Head to head dengan lawannya Muslim Kasim -- Fauzi Bahar, pasangan dengan jargon IPNA (Irwan Prayitno- Nasrul Abit ) ini unggul dan Nasrul Abit mendudukkan kursi Wagub.

baca juga: Dilantik Nasrul Abit, Zul Elfian Pimpin Mabi Kwarcab Pramuka Kota Solok

Terpilih sebagai wakil gubernur Sumbar, Nasrul Abit mencatatkan sejarah baru bagi Pesisir Selatan . Sebab, sepanjang sejarah pertama kali putra asal Pesisir Selatan menjadi wakil gubernur . Selama menjadi wakil, suami Wartawati itu bisa menjaga hubungan baik dengan Irwan Prayitno, selalu akur, tidak ada riak selama kepemimpinan mereka.

Nasrul Abit mendapat tugas khusus dari Irwan Prayitno untuk pengembangan pariwisata dan melepaskan tiga daerah ( Mentawai, Solok Selatan dan Pasaman Barat) dari status tertinggal. Solok Selatan dan Pasaman Barat berhasil melepaskan status tertinggal dan Mentawai masih menjadi pekerjaan rumah.

baca juga: Bertemu Wagub Sumbar, PSSI Askot Solok Ditantang Bangkitkan Kejayaan Sepakbola Kota Beras

Irwan Prayitno juga memberikan keleluasaan kepada Nasrul Abit untuk lobi - lobi dana pusat. Terbukti Nasrul Abit mampu menagaet dana dari Kemenko Maritim untuk pelanggan Teluk Tapang, Muaro Padang dan Labuan Bajo Mentawai.

Nasrul Abit sering berkunjung ke daerah pedalaman melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat. Hal inilah yang menjadi semangatnya untuk maju di Pilgub 2020. Diusung Gerinda berpasangan dengan Bupati Agam Indra Catri. Mungkin garis tanganya sudah ditakdirkan berawal dari wakil bupati dan berakhir sebagai wakil gubernur .

baca juga: Realisasikan Janji Kampanye Bupati, Tahun Ini Pemkab Pessel Targetkan Pendidikan Gratis Mulai Berlaku

Pasang ini akhirnya kalah dari Mahyeldi-Audy dengan selisih suara dua persen atau berkisar sekitar 40 ribu suara. Secara demokrasi pasangan ini melanjutkan ke Mahkamah Konstitusi, Kemarin (16/2), MK menolak permohonan pasangan dari Gerindra ini.

Sebagai bentuk legowo, Nasrul Abit langsung menelpon Calon Gubernur Sumbar terpilih Mahyeldi, setelah gugatan sengketa pemilu yang diajukannya bersama Indra Catri, ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sudah diputus MK berarti sudah final. Saya sudah menelpon Pak Mahyeldi," ungkap Nasrul Abit , Selasa (16/2).

Nasrul Abit mengungkapkan, dirinya menelpon Mahyeldi untuk mengucapkan selamat. "Saya menelpon mengucapkan selamat. Ini kan untuk Sumbar, bukan untuk kepentingan pribadi jadi saya ikhlas," katanya.

Nasrul Abit mengatakan, kedepan dia akan banyak waktu bersama keluarga setelah 20 tahun sebagai kepala daerah. Dia juga bersedia memberikan sumbangan pemikiran untuk Sumbar kedepan.

"Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama penuntasan kemiskinan bagi masyarakat pedalaman. Selain itu dana pusat juga harus direbut, ini tugas pemimpin Sumbar kedepan," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir