Keroyok Anggota TNI, Empat Anggota Moge Divonis 8 Bulan Penjara

Sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Bukittinggi, Rabu (17/02/2021)
Sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Bukittinggi, Rabu (17/02/2021) (Ist)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Empat terdakwa anggota motor gede (moge), di antaranya Michael Simon, Heryanto Ade Sudirman, Jhavier Alhavis Daffa dan Teteng Rustandi, yang terlibat pengeroyokan anggota TNI di Kota Bukittinggi - Sumbar divonis masing-masing 8 bulan penjara, Rabu 17 Februari 2021.

Sidang itu sendiri digelar secara daring yang dipusatkan di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Bukittinggi .

baca juga: Soal Vaksinasi Dosis Ketiga, Ini Kata Tenaga Kesehatan

Majelis Hakim yang diketuai oleh Mery dengan anggota Melki Salahudin dan Arenaldi menyatakan bahwa 4 terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara terang-terangan dengan tenaga bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka luka.

Vonis 8 bulan penjara dikurangi masa tahanan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sahreni Agustin dan Zulhelda yang menuntut masing-masing terdakwa selama satu tahun penjara.

baca juga: RSUP M Djamil Padang: Pasokan Oksigen Masih Aman

Atas vonis tersebut, 4 terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir selama 7 hari ke depan.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Jumat 30 Oktober 2020 yang lalu. Sejumlah anggota moge yang terpisah dari rombongan tak terima ditegur oleh korban, sehingga berujung ke pengeroyokan. Dua anggota TNI dari Kodim 0304 Agam menjadi korban pengeroyokan itu.

baca juga: Dua Nagari di Sungai Tarab Masuk Zona Merah COVID-19, Ini Kata Wabup Tanah Datar

Kasus ini menjadi viral setelah video aksi pengeroyokan tersebut beredar luas di media sosial.

Dalam kasus tersebut, lima anggota klub moge ditetapkan sebagai tersangka yang kemudian diseret ke meja hijau. Dalam sidang terpisah, terdakwa BS yang berumur 16 tahun sebelumnya telah divonis 3,5 bulan penjara pada Kamis 3 Desember 2020 yang lalu.

baca juga: 101 Tahun PGAI, Pengurus Ziarah ke Makam Pendiri

Vonis itu juga lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa 6 bulan penjara.

Editor: Haswandi