Dampak Pandemi, Kasus Bunuh Diri di Jepang Meningkat Tajam

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Tahun lalu jumlah kasus bunuh diri di Jepang terus meningkat. Jepang menghimpun data kejadian bunuh diri secara lebih cepat dan akurat ketimbang negara lain. Tidak seperti negara lainnya, Jepang mengumpulkan data kasus bunuh diri setiap bulan.

Selama Oktober 2020, angka bunuh diri di kalangan perempuan Jepang naik hingga 70% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Jepang dulu memiliki angka bunuh diri tertinggi di antara negara maju. Namun, selama satu dekade terakhir, mereka sangat sukses menurunkan hingga sepertiga tingkat bunuh diri.

baca juga: Jika Kasus Covid-19 Tak Meningkat Usai Lebaran, Ini Penjelasan Ahli

Profesor Michiko Ueda adalah salah satu pakar terkemuka yang mendalami isu bunuh diri di Jepang . Dia menjelaskan pola bunuh diri di kalangan perempuan ini sangat, sangat tidak biasa. Saya belum pernah melihat peningkatan setinggi ini selama berkarier dan meneliti topik ini.

"Industri yang paling sangat terdampak pandemi virus corona adalah adalah industri yang melibatkan banyak perempuan, seperti pariwisata, ritel, industri makanan," ujarnya.

baca juga: Indonesia Urutan 18 Kasus Pandemi Covid-19 Dunia

Jumlah perempuan lajang yang tinggal sendiri di Jepang meningkat besar. Banyak dari mereka mengambil jalan hidup itu ketimbang terikat pernikahan dengan pembagian peran berbasis gender tradisional. Profesor Ueda mengatakan perempuan muda juga jauh lebih mungkin menjalankan pekerjaan yang tidak tetap.

"Mereka harus menghidupi kehidupan mereka sendiri dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Jadi ketika sesuatu terjadi, tentu saja, mereka sangat terdampak. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan tidak tetap sangat, sangat banyak selama delapan bulan terakhir," tuturnya.

baca juga: Gal Gadot Komentari Konflik Israel-Palestina, Warganet: Ironis Sampean Memerankan Tokoh Pahlawan dalam Film, di Dunia nyata?

Dan ada satu bulan di mana jumlah kejadian bunuh diri begitu masif. Oktober lalu, 879 perempuan bunuh diri di Jepang . Angka itu 70% lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019.

Pemberitaan di berbagai surat kabar Jepang mengangkat gentingnya situasi itu. Beberapa media massa membandingkan total kasus bunuh diri laki-laki dan perempuan dengan jumlah kematian akibat Covid-19 pada bulan Oktober.

baca juga: Biden Sebut Israel Berhak Bela Diri, Optimis Rentetan Kekerasan Segera Berakhir

Editor: Ramadhani