Wali Nagari Taratak Tampatih Diduga Kuasai Aset BUM-Nag, Inspektorat Tunggu Laporan Resmi Masyarakat

Kepala Inspektorat Pessel, Ahda Yanuar
Kepala Inspektorat Pessel, Ahda Yanuar (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat meminta masyarakat Taratak Tampatih, Kecamatan Batang Kapas mengajukan laporan resmi terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang wali nagari dalam menguasai aset Badan Usaha Milik Nagari (BUM-Nag) setempat.

Menurut Kepala Inspektorat Pessel , Ahda Yanuar, adanya laporan resmi masyarakat terkait persoalan yang ditemukan adalah untuk memperkuat dasar Inspektorat melakukan pengawasan, dan menindak oknum wali nagari bersalah secara hukum.

baca juga: Kunjungan Perdana Wagub ke BLK Padang, Audy: Wah, Ini Menakjubkan Sekali

"Sebaiknya (harus ada laporan resmi), jadi ada dasar hukumnya untuk melakukan tindak lanjut," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

Ahda Yanuar sangat mendukung, adanya kontrol masyarakat dalam setiap persoalan yang terjadi di nagari . Jika benar ada indikasi penyelewengan, Inspektorat Pessel siap untuk menindak oknum pejabat tersebut.

baca juga: Ingin Jadikan Air Terjun Talago Indah Sebagai Destinasi Wisata, Ini Langkah Wali Nagari Paninjauan

Namun, kendati demikian tetap dengan prosedurnya dan menaati setiap proses yang dilakukan. "Ya, karena masyarakat juga sebagai kontrol di tengah pemerintah. Kalau seandainya ada ke alfahan atau kekeliruan, masyarakat bisa memberikan informasi," tutupnya.

Diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya petani durian di Nagari Taratak Tampatih, Kecamatan Batang Kapas, meminta pemerintah daerah di Pessel dan aparat hukum untuk mengaudit keuangan dan aset yang ada BUM-Nag Nagari Taratak Tempatih.

baca juga: Perkuat Generasi Muda, BNNK Payakumbuh Seleksi Puluhan Pelajar

Hal itu menurut petani dikarenakan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang terhadap aset BUM-Nag berupa freezer penyimpan bahan makanan beku yang diduga dikuasai wali nagari untuk kepentingan bisnis. Padahal, menurut petani seharusnya aset tersebut dikelola pengurus BUM-Nag.

"Ya, benar. Ada kesewenang-wenangan di situ. Padahal itu aset nagari dan dipakainya untuk usahanya sendiri," ungkap warga yang tidak ingin namanya disebutkan saat diwawancara KLIKPOSITIF belum lama ini.

baca juga: Banyak Nagari Keluhkan Belum Terjangkau Koneksi Internet, Ini Tanggapan Bupati Tanah Datar

Terpisah, Anggota DPRD Pessel Dapil setempat, Daskom meminta agar inspektorat segera mengaudit aset BUM-Nag yang ada di daerah itu. Jangan sampai keuangan negara dipakai untuk keuntungan pribadi.

"Saya di Komisi I nanti akan minta pemerintah daerah melakukan audit terkait keuangan dan aset BUM-Nag," tutup Politisi PDIP Dapil IPessel itu.

Sementara itu, Wali Nagari Teratak Tempatih, Zaimal Yunis ketika dihubungi wartawan tidak menjawab. Bahkan, ketika didatangi ke kantornya, pelayanan publik di nagari itu sudah tutup pada pukul 14.00 WIB dan saat ditemui di gudang beliau sedang tidur dan tidak bisa dikonfirmasi.

Dan saat dikonfirmasi langsung kepada Ketua BUM-Nag setempat, Sardi. Ia meminta untuk menanyakan langsung ke wali bersangkutan. Pasalnya, ia sudah diberhentikan wali secara lisan.

"Tanya ke dia langsung (wali nagari Taratak Tampatih, karena saya sudah diberhentikan. Saya diberhentikan secara lisan," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani