Titik Api Bermunculan di Pantai Pasaman Barat, Pegiat Wisata Khawatirkan Keselamatan Spesies Ini

Kondisi Pantai Cemara Maligi
Kondisi Pantai Cemara Maligi (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Musim panas yang terus terjadi di Pasaman Barat - Sumbar membuat sejumlah titik-titik panas bermunculan di sepanjang Pantai Cemara Maligi, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie.

"Pantauan saya sudah dua pekan titik-titik api ini bermunculan secara bergantian di sepanjang Pantai Cemara Maligi," sebut Pegiat Wisata Maligi, Surya, saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu (24/2/2021).

baca juga: Dua Terduga Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi di Pasaman Barat

Ia mengatakan, kejadian ini sangat mengancam rumah tidur bagi primata species Lutung Kelabu Sumatera dan Sarang Elang yang ada di sepanjang pantai tersebut.

Di samping mengancam rumah tidur bagi dua hewan yang hampir punah ini, asap yang timbul dari titik api ini juga mengganggu pemandangan pengendara yang melintas.

baca juga: Berada di Zona Kuning, Dinas Kesehatan Klaim Pasaman Barat Terbaik Penanganan Corona di Sumbar

"Kita belum tahu apa penyebabnya, namun kita terus berpatroli untuk memantau dari mana sumber api ini. Bisa saja sengaja dibakar atau ada yang buang puntung rokok sembarangan," katanya.

Menurutnya walaupun skalanya nya masih kecil tetap saja mengancam vegetasi terutama benih-benih pohon yang sudah bertunas, pohon pelindung, rumput dan lainnya.

baca juga: Diduga "Bongkar" Bengkel Sepeda Motor di Pasbar, Seorang Pemuda Dibekuk Polisi

"Pasti benih-benih pohon yang harusnya menjadi tunas pun akan mati. Titik-titik api ini bertumpuk - tumpuk di sepanjang pantai. Ada sekitar 1,5 kilometer di sepanjang pantai," ungkapnya.

"Kami pun diperkampungan Maligi menjadi terganggungu dengan kehadiran asap, sehingga jika ini berkelanjutan bisa mengganggu siklus udara untuk pernapasan warga," sambungnya.

baca juga: Antisipasi Adanya DPC Tandingan, Pengurus Partai Demokrat Pasbar Datangi Polisi

Ia berharap kondisi ini bisa segera diatasi dengan meminimalkan karhutla tingkat nagari (desa) seperti memberdayakan opsi kelompok siaga bencana untuk berpatroli di titik-titik rawan.

"Saya pribadi tadi telah menyampaikan peristiwa ini kepada pihak BPBD Pasaman Barat . Semoga ini segera teratasi untuk bisa menyelamatkan ekosistem disepanjang pantai cemara maligi," katanya.

"Saya juga mengajak para perokok untuk benar benar memastikan puntung rokoknya sudah padam sebelum membuang. Namun lebih bijaksana nya jangan buang sembarangan," sambungnya mengakhiri.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi