Kanwil Hukum dan Ham Sumbar: Perlu Dorongan Agar Inventor Sadar Perlindungan Paten

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat selenggarakan promosi dan diseminasi terkait kekayaan intelektual, Rabu (24/2) malam.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat selenggarakan promosi dan diseminasi terkait kekayaan intelektual, Rabu (24/2) malam. (Ist)

KLIKPOSITIF - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat selenggarakan promosi dan diseminasi terkait kekayaan intelektual, Rabu (24/2) malam.

Gelaran yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar, serta didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Amru Walid Batubara dan Kepala Bidang Pelayanan Hukum Rahmat Huda ini mengangkat tema Perlindungan Paten bagi Peneliti di Sumatera Barat. Bahasan terkait perlindungan paten ini sebagai dukungan terhadap tercapainya tahun paten nasional yang tengah digencarkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

baca juga: Resmi, Menkumham Tolak Permohonan Pengesahan Partai Demokrat Versi Moeldoko, Ini Alasannya

Kakanwil R. Andika Dwi Prasetya dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri untuk kekayaan intelektual secara umum memiliki potensi yang besar. Disampaikannya bahwa paling tidak, melalui Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Sumbar telah memproses 2.458 permohonan yang terbagi ke dalam pendaftaran merek, paten, desain industry, serta pencatatan cipta.

"Kini, terkait dengan tahun paten nasional, kita coba mendorong para inventor-inventor serta peneliti di Sumatera Barat melahirkan invensi yang diharapkan dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak, serta dapat dilakukan perlindungan dengan kesadaran untuk mendaftarkannya," ungkap R. Andika.

baca juga: Kemenkumham Sumbar Gelar Rakor Peningkatan Pelayanan Publik Berbasis Digital

Selanjutnya dalam laporan penyelenggara, Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Muhammad Farhan mengungkapkan kehadiran para peserta dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat ini diharapkan mampu memberi jalan akan kesadaran perlindungan paten. Diungkapkan oleh Muhammad Farhan, perlu pemahaman lebih lanjut tentang karakteristik, efek teknik, serta nilai kebermanfaatan dan kebaruan suatu hasil temuan dari para inventor sebelum suatu invensi didaftarkan.

Diseminasi yang diikuti oleh 60 peserta ini menghadirkan Direktur Paten, DTSL dan Rahasia Dagang Dede Mia Yusanti sebagai narasumber yang dipanel dengan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas Zainul Daulay. Selain itu turut memberi materi terkait kekayaan intelektual dan layanan di Kantor Wilayah Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Sumatera Barat Amru Walid Batubara.

baca juga: Terkait AD/ART, Demokrat Kubu AHY: Jangan Halalkan Segala Cara

Kegiatan ini juga sebagai pembuka potensi dan rencana perjanjian kerjasama antara Kantor Wilayah dengan perguruan tinggi di Sumatera Barat dalam meningkatkan pendaftaran perlindungan kekayaan intelektual.

Editor: Khadijah