Perjalanan Hidup AWR Sebelum Jadi Bupati Agam, Jadi Tukang Jahit Hingga Bekerja di Maskapai Penerbangan

Bupati Agam Andri Warman bersama istri
Bupati Agam Andri Warman bersama istri (Andri/AMC)

AGAM , KLIKPOSITIF - Andri Warman-Irwan Fikri resmi dilantik jadi Bupati dan Wakil Bupati Agam periode 2021-2024 oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Jumat 26 Februari 2021 di Auditorium Gubernuran Sumbar.

Selain politisi, Andri Warman merupakan sosok yang dikenal sebagai pengusaha dan akademisi.

baca juga: Ikut Peduli dan Bantu Masyarakat Saat Pandemi, Green House Lezatta Raih Penghargaan Klik Award

Sebelum jadi Bupati Agam , pendiri AWR Group ini telah banyak menjalani lika-liku kehidupan.

Perjuangan menggapai sukses bupati yang akrab disapa AWR ini bermula pada tahun 1981. Saat itu, AWR yang baru berusia 18 tahun nekad merantau ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan.

baca juga: KLIKPOSITIF Ganjar Pemkab Agam dengan Award

Untuk bisa mengenyam pendidikan, AWR harus banting tulang kuliah sambil bekerja. Kuliah di Trisakti Jakarta mengambil jurusan Manajemen Transportasi nyambil kerja di konveksi jadi tukang jahit.

"Semuanya saya mulai dari nol," kata Andri Warman pada KLIKPOSITIF

baca juga: Terjadi Penurunan Status Danau Maninjau, Menteri PPN: Jangan Sampai Hanya Tinggal Kenangan

Meski belajar sambil kerja, tidak mematahkan semangat AWR untuk meraih prestasi. Prestasi demi prestasi diraih hingga memperoleh beasiswa dari Trisakti.

Selepas menyelesaikan pendidikan, AWR bekerja di Mandala Airlines. Kemudian pada tahun 1987, mendaftar jadi dosen di Trisakti. Namun, pihak kampus memberikanbeasiswa untuk melanjutkan Studi ke jenjang S1, S.2 dan terakhir S.3.

baca juga: Siswa Ini Diterima di Brawijaya, Bupati Agam Berikan Beasiswa

Tahun 2002, AWR mendirikan perusahaan AWR Group dengan membeli 6 unit L300. Usahanya terus berkembang, baik angkutan penumpang maupun cargo.

"Alhamdulillah saat ini sudah ada 80 unit armada berbagai jenis," ungkapnya.

Andri Warman mulai terjun di dunia politik pada tahun 1998 dengan bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta.

Pada 2015, Andri mulai menunjukkan kiprah dengan mendukung Irwan Fikri-Chairunnas di Pilkada Agam . Rumah Andri Warman di Ampek Angkek disulap jadi posko utama untuk wilayah Agam bagian timur.

Setahun kemudian, Andri Warman diminta pulang kampung untuk memimpin PAN Agam .

"17 September saya dilantik oleh Ketum PAN bapak Zulkifli Hasan," bebernya.

Belum genap setahun memimpin PAN Agam Andri Warman ikut meramaikan Pileg 2018. Dia mendaftar dengan nomor urut 5 saat itu dan terpilih jadi anggota DPRD Provinsi Sumbar.

"Tapi saya ingin membangun kampung halaman. Di DPRD Saya tidak bisa berbuat banyak untuk Agam karena anggota dewan 65 orang dengan keputusan kolektif dan kolegial," ujarnya.

Dua tahun di DPRD Sumbar, Andri Warman mundur dan memutuskan meramaikan kontestasi Pilkada Agam 2020.

Editor: Rezka Delpiera