Judi Jackpot Meresahkan, Kapolres: Tidak Ada Ruang Perjudian di Pessel

Model sarana judi jackpot yang kembali masuk di Sutera Pessel
Model sarana judi jackpot yang kembali masuk di Sutera Pessel (istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF- Warga di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat merasa resah dengan masuknya sarana perjudian jackpot (dingdong) di kecamatan.

Informasi yang diterima KLIKPOSITIF, sarana perjudian di antaranya terpantau masuk di Kampung Pasir Nan Panjang, Nagari Aur Duri Surantih.

Selain Aur Duri Surantih, sarana perjudian jeckpot juga sudah terpantau masuk di Rawang, Nagari Rawang Gunung Malelo.

Lokasi penempatan berkerja sama dengan pemilik kedai, dan diletakkan di dalam kedai.

"Sudah sepekan ini masuk. Tapi, belum begitu ramai," ungkap Rodi (43) salah seorang waga setempat pada KLIKPOSITIF, Jumat 26 Februari 2021.

Meski belum terbilang, tapi tetap saja warga merasa resah dengan keberadaan sarana perjudian.

Sebab, dengan adanya sarana perjudian itu dapat merusak lingkungan generasi muda. Pasalnya, jackpot dikenal sangat disukai banyak kalangan.

"Itu yang kita khawatirkan kalau merajalela kemudian. Karena selain membuat remaja malas belajar, kami khawatir maling juga marak," terangnya.

Senada dengan Rodi, Eman (57) berharap, sebelum merajalela pihak kepolisian bisa untuk menghentikan dan menindaknya.

Pasalnya, jika sudah merajalela akan sulit untuk mengendalikan remaja. "Jadi kepolisian harus tegas. Jangan, ditindak setelah terlalu banyak," tutupnya.

Terpisah, Kapolres Pessel, AKBP. Sri Wibowo mengatakan, bakal menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam bentuk perjudian. Sebab, Kapolres berkomitmen tidak ada ruang perjudian di Pessel.

"Tidak ada ruang di Pessel," tegasnya.

Lanjutnya, untuk memastikan hal tersebut pihaknya meminta masyarakat untuk ikut berperan dalam memantau dan melaporkan ke Polres Pessel jika terbukti ada permainan terlarang itu.

"Selalu informasikan (terutama) saat melaksanakan judi, agar lebih mudah untuk pembuktian," tutupnya.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera