Melihat Hombo Batu, Mengintip Negeri dari Masa Lalu

Ryan Wau melesat di atas batu purba, memperagakan Hombo Batu atau meloncati batu yang menjulang tinggi
Ryan Wau melesat di atas batu purba, memperagakan Hombo Batu atau meloncati batu yang menjulang tinggi (RAMADHANI)

NIAS , KLIKPOSITIF - Hari ini tidak ada lagi Mangani Binu di Pulau Nias . Praktek adat berupa kegiatan berburu kepala manusia itu sudah lama hilang ditelan waktu. Ksatria-ksatria dengan pedang terhunus dan tameng yang menutupi dada itu juga tidak lagi dijumpai di kampung-kampung manapun.

Bawomataluo, kampung purba yang bertengger di dataran tinggi pulau Nias . Tersuruk di selatan pulau, kampung ini diyakini sebagai daeral asal para ksatria Nias di masa lalu. Sebelum sah sebagai ksatria, para lelaki Nias harus menguji kemampuannya. Salah satunya melompati batu yang menjulang tinggi. Hombo Batu orang Nias menyebutnya. Hombo Batu menjadi pembuktian sebelum para lelaki bisa ikut berperang dan melakukan Mangani Binu.

baca juga: Dampak Stimulus Pemeintah, Jokowi Klaim Industri Otomotif Bangkit

Kini para lelaki di Nias juga tidak lagi harus melakukan Hombo Batu untuk dianggap sebagai lelaki dewasa. Namun saban senja, para bocah akan berlari menjajal Hombo Batu yang menjulang dua meter lebih tingginya. Saat gelap dan dingin telah turun dengan sempurna, Bawomataluo seperti berhenti bergerak.

Hombo Batu menjadi pembuktian sebelum para lelaki bisa ikut berperang dan melakukan Mangani Binu
Hombo Batu menjadi pembuktian sebelum para lelaki bisa ikut berperang dan melakukan Mangani Binu

Kampung yang penuh dengan batu-batu besar itu seakan ditelan kegelapan. Barangkali cahaya terang yang memancar dari setiap rumah dan juga tiang-tiang listrik yang membedakan Bawomataluo hari ini dengan negeri itu di masa lalu. "Tak banyak yang berubah sebenarnya. Kami menjaga apa yang telah menjadi warisan dari nenek moyang kami ini," kata Ama Roki, tokoh masyarakat setempat.

baca juga: Mendikbud Pasang Target 75 Ribu Guru Ikut Pembatik Tahun Ini

Terletak di Kecamatan Fanayama, Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Bawomataluo merupakan salah satu tempat dengan jejak peninggalan kebudayaan megalitikum yang kental. Lembaga penelitian dari Prancis Institut de Recherche Pour le Dveloppement pernah mengungkap jika peninggalan megalitik di Nias bertitimangsa 1600.

Rumah-rumah purba yang terbuat dari kayu di kampung ini sudah dialiri listrik
Rumah-rumah purba yang terbuat dari kayu di kampung ini sudah dialiri listrik

Berada di ketinggian pulau, rumah-rumah di Bawomataluo dibangun dengan teratur. Pintu masuk utamanya berupa tangga batu dan sebuah gerbang yang kini telah bersinar terang di malam hari. Sekilas kawasan itu terlihat seperti sebuah komplek batu besar. Semua tanah di tengah kampung telah dilapisi ubin dari batu.

baca juga: Menhub Sebut Seluruh Awak Pesawat Sudah Divaksin

Malam di Bawomataluo kini, kata Ama Roki, tidak lagi segelap dulu. Rumah-rumah purba di kampung ini sudah dialiri listrik. Suara televisi bisa didengar dari kejauhan, para jemaat bisa beribadah di gereja siang dan malam. Anak-anak bisa belajar dan bermain kapan saja mereka mau. Orang-orang senang bisa menonton sepakbola. "Segalanya bisa jauh lebih baik lagi," tutur Ama Roki.

Dengan adanya aliran listrik, anak-anak bisa belajar kapan pun mereka mau. Bersekolah tidak lagi sesulit dahulu
Dengan adanya aliran listrik, anak-anak bisa belajar kapan pun mereka mau. Bersekolah tidak lagi sesulit dahulu

Kini dengan penerangan yang cukup bersekolah tidak lagi sesulit dahulu
Kini dengan penerangan yang cukup bersekolah tidak lagi sesulit dahulu
Sudah setiap rumah di Bawomataluo telah mendapat akses listrik
Sudah setiap rumah di Bawomataluo telah mendapat akses listrik
Penerangan yang cukup membantu memudahkan pekerjaan rumah tangga
Penerangan yang cukup membantu memudahkan pekerjaan rumah tangga
Hampir setiap sudut jalan dan bangunan di Bawomataluo telah dilengkapi penerangan di malam hari
Hampir setiap sudut jalan dan bangunan di Bawomataluo telah dilengkapi penerangan di malam hari
Cahaya listrik yang menyala terang di malam hari bisa digunakan untuk berbagai kegiatan positif oleh warga
Cahaya listrik yang menyala terang di malam hari bisa digunakan untuk berbagai kegiatan positif oleh warga

Editor: Ramadhani