Laporan Pelanggaran Protokol Kesehatan oleh Presiden Ditolak, Ini Kata Mantan Pentolan FPI

Kerumunan massa menyambut Presiden Joko Widodo
Kerumunan massa menyambut Presiden Joko Widodo (net)

KLIKPOSITIF - Dua laporan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Presiden Joko Widodo ditolak oleh pihak kepolisian.Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai hal tersebut menjadi bukti hancurnya sendi-sendi hukum di tanah air.

Munarman menganggap penolakan laporan itu mewujudkan hukum yang hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Penolakan laporan tersebut dikatakannya sebagai contoh yang kesekian kalinya dari ketidakadilan hukum . "Itulah bukti kesekian kalinya bahwa hukum tajam ke bawah tumpul ke atas," kata Munarman dilansir dari Suara.com Minggu, 28 Februari 2021.

Ia menilai apabila pihak kepolisian enggan mengusut pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Jokowi, maka Habib Rizieq Shihab harus segera dibebaskan. "Sudah hancur semua sendi-sendi hukum akibat praktek penegakkan hukum yang tebang pilih," tambahnya.

baca juga: Nadiem Makarim Banyak Dikritik, Politisi DPID Sebut Ada Pihak Incar Posisi Kemendikbud

Saat ini Rizieq masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri karena dianggap melanggar aturan protokol kesehatan Covid-19. "Harusnya Habib Rizieq (HRS) segera dibebaskan, bila aparat hukum tidak bisa menangkap pelanggar prokes di NTT tersebut," kata Munarman.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menolak laporan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) terkait adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat. PP GPI diminta untuk membuat laporan secara resmi.

baca juga: BI Sebut Banyak Negara Non Muslim Lirik Sistem Keuangan Syariah

Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM PP GPI Fery Dermawan.Fery menyebut barang bukti yang telah mereka bawa pun tidak diterima alias dikembalikan oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri.

Editor: Ramadhani