Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Covid-19, Ini Kata Gubernur Sumbar

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansyarullah (dokumentasi klikpositif.com)
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansyarullah (dokumentasi klikpositif.com) (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansyarullah mengatakan bahwa anggaran yang diminta dikembalikan oleh Badan Pengawasan Keuangan (BPK) baru dikembalikan sebagian.

"Dana itu sudah dikembalikan sebagian dan nanti kami akan cek lagi berapa yang sudah dikembalikan," katanya saat diwawancarai usai menemui demonstran di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat.

baca juga: Pemkab Pessel Anggarkan Bantuan Safari Ramadan Rp7,5 Juta Per Masjid dan Musala

Sementara itu, untuk sanksi yang akan diberikan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat akan disesuaikan dengan rekomendasi dari BPK dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat.

"Kemarin sudah ada rekomendasi dari BPK dan DPRD. Nanti kami akan menyesuaikan dengan itu saja," lanjutnya.

baca juga: Agendakan 55 Kunjungan, Begini Teknis Safari Ramadan Pemkab Pessel Tahun Ini

Seperti diketahui, BPK meminta BPBD Sumatera Barat dan beberapa rekanannya mengembalikan dana sebesar Rp4,9 miliar.

BPK memberikan rentang waktu untuk pengembalian dana tersebut hingga 28 Februari 2021 kemarin dan hingga saat ini masih belum sepenuhnya dikembalikan.

baca juga: Rencana Bangun Jalan Layang di Sitinjau Lauik, Bappenas: Pendanaan Bisa dari SBSN

Anggaran yang diduga dimark up tersebut merupakan anggaran untuk pengadaan handsanitizer pada bulan September 2020 lalu.

Pada Jumat 26 Februari 2021 lalu, DPRD Sumatera Barat juga telah melakukan rapat paripurna dari hasil yang diperoleh Panitia Khusus (Pansus) Covid-19.

baca juga: Dukung Program Kelautan dan Nelayan, Ini Komitmen Bupati Pessel dengan Danlantamal II Padang

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri