Varian Baru Covid-19 Sudah Ada di Indonesia, Ketua Satgas PB IDI Sebut Belum Bisa Pakai Sinovac

vaksin Sinovac
vaksin Sinovac (net)

KLIKPOSITIF -Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban mengatakan vaksin Sinovac Biotech, China yang saat ini dipakai di Indonesia belum terbukti bisa melawan mutasi Covid-19 B117 asal Inggris.

Dia menjelaskan sejauh ini baru ada laporan dan bukti nyata dari Vaksin Pfizer yang mampu melawan B117 di Inggris, sementara Sinovac belum ada laporan yang menyebut bahwa efektif melawan mutasi B1117 "Kalau di Inggris sih vaksinnya terbukti efektif menangkal varian itu. Mereka memakai Pfizer. Bagaimana Indonesia? Belum ada bukti Sinovac bisa menangkal B.1.1.7. Kita tunggu saja bukti ilmiahnya," kata Zubairi melalui twitternya.

baca juga: Habib Rizieq Positif Covid-19, Sampel Tesnya Ditulis Muhammad R

Dia mencontohkan, meski mutasi B1117 disebut lebih cepat menular ke banyak orang, masalah itu masih bisa diatasi dengan vaksin Pfizer di Inggris "Lihat Inggris. Beberapa bulan terakhir penularannya lebih cepat 70 persen. Tapi, ketika sudah banyak yang divaksinasi, maka angka kasus di sana menurun cukup signifikan. Bisa dicek," jelasnya.

Pionir penanganan HIV dan AIDS di Indonesia itu menegaskan hal ini diungkapkan bukan untuk menakuti masyarakat, melainkan agar masyarakat bisa lebih waspada dengan selalu disiplin protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

baca juga: Nathalie Holscher Minggat dari Rumah, Sule: Saya Tidak Bisa Ngomong Apa-apa

"Jangan panik. Saya yakin kesadaran masyarakat kita terhadap prokes makin tinggi. Saya optimistis dan tidak bermaksud menebar ketakutan. Saya menyampaikan ini agar kita waspada. Tidak bermaksud bikin takut," tutupnya.

Dua kasus virus strain B117 asal Inggris sudah masuk ke Indonesia sejak akhir Januari dibawa oleh dua TKI asal Karawang, Jawa Barat yang baru pulang dari Arab Saudi berinisial M (40) 28 Januari dan A (45) 31 Januari 2021. Keduanya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, lalu menjalani swab test PCR dan ternyata positif Covid-19, mereka langsung menjalani kewajiban karantina 10 hari di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan PKH Tahap II Rp6,53 Triliun

Editor: Ramadhani