Dinkes Padang Catat 796 Kasus DBD

obat (ilustrasi)
obat (ilustrasi) (klikpositif/ Eko Fajri)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Dinas Kesehatan Kota Padang , menyatakan sepanjang Januari sampai Oktober 2016 sudah tercatat 796 kasus Demam Berdarah Dangeu ( DBD ).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang , Feri Mulyani, di Padang , Jumat 4 Oktober 2016, mengatakan, trend tahun ini, tiap bulannya terjadi penurunan jumlah kasus DBD , namun jumlahnya masih tinggi, yakni 696 kasus.

baca juga: Ada Gelandang Muda Semen Padang FC Saat Timnas U-23 Kalahkan Tajikistan 2-1

"Perubahan cuaca yang tidak menentu saat ini ditakutkan akan memperbanyak sarang nyamuk. Untuk itu, Dinkes Padang mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar bisa melakukan 3M plus baik itu di luar maupun di dalam rumah," kata Mulyani.

Ia menambahkan, meski penurunan kasus tiap bulannya, pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada. Sebab, hingga saat ini, belum ada vaksin untuk pencegahan penyakit DBD ini.

baca juga: Dosen Unand Gelar Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Virtual Reality Pertama di Sumatera Barat

"Yang dapat kita lakukan hanya pencegahan, dengan program 3M plu untuk pemberantasan sarang nyamuk," katanya.

Sehubungan dengan itu, dari 796 kasus DBD yang terjadi di Padang , tercatat tujuh orang meninggal dunia. Namun, tidak seluruhnya meninggal dunia murni karena penyakit DBD , ada beberapa komplikasi penyakit.

baca juga: Terkendala, Plaza Andalas Baru Wajibkan Pengunjung Bawa Bukti Vaksin Pekan Depan

"Tujuh orang yang meninggal dunia tersebut, juga dikarenakan adanya komplikasi penyakit," tegasnya.

Sehubungan dengan itu, selai melakukan 3M plus, Dinkes Padang juga telah melakukan edukasi di sekolah-sekolah yang tersebar di Padang . Edukasi yang dilakukan itu, pihaknya memberitahukan pengetahuan kepada seluruh siswa apa itu jentik nyamuk.

baca juga: Dinas Pertanian Padang: Tak Ada Penyebaran Rabies Selama Pandemi

"Hasil dari edukasi yang kita lakukan, kita menciptakan serdadu dijentik. Seluruh siswa yang telah mendapatkan pengetahuan tersebut bisa langsung menerapkan ke rumah mereka masing-masing," jelasnya.

Dia berharap melalui edukasi kepada seluruh siswa, agar bisa menerapkan pengetahuan yang didapatkan untuk bisa melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah mereka masing-masing.

"Kami harapkan edukasi yang diperoleh siswa bisa diterapkan di rumah mereka. Sekali lagi, kami ingatkan kepada seluruh masyarakat, lebih baik mencegah daripada mengobati," ajaknya.

Dinkes mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila menemukan keluarga yang terjangkit demam lebih dari tiga hari segera dibawa berobat ke puskesmas terdekat. Dengan begitu, bisa menyelamatkan dan mengetahui demam apa yang terjangkit pada keluarga kita.

"Jangang biarkan keluarga kita terjangkit demam lebih dari tiga hari. Segera bawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk segera diobati dan mengetahui demam apa yang dideritanya," tegasnya. (*)

Penulis: Eko Fajri