Diundang Menkopolhukam Bahas Monumen Bela Negara, Ini Penjelasan Bupati Lima Puluh Kota

Menkopolhukam Mahfud MD bersama GUbernur Sumbar dan Bupati Lima Puluh Kota saat diundang ke Jakarta kemarin
Menkopolhukam Mahfud MD bersama GUbernur Sumbar dan Bupati Lima Puluh Kota saat diundang ke Jakarta kemarin (Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Menko Polhukam Mahfud MD undang Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo ke Jakarta, Rabu 3 Maret 2021 kemarin. Undangan terkait Monumen Bela Negara di Koto Tinggi ini juga dihadiri oleh beberapa kementerian seperti Kementrian PUPR, Keuangan, Pendidikan, Bappenas, Sosial, Menhankam, Pemkab Agam, dan akademisi Unand Padang.

Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengatakan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Dasar Hukum Percepatan Penyelesaian Pembangunan Monumen Nasional Bela Negara bersama Kemenko Polhukam itu dikoordinasikan langsung Kantor Kemenko Polhukam untuk membahas Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan pembangunan monumen bela negara untuk keberlanjutan monumen tersebut. Rancangan Inpres tersebut bernama Inpres Percepatan Penyelesaian Pembangunan Monumen Bela Negara Di Provinsi Sumatera Barat.

baca juga: Panitia Pemilihan Bamus Simpang Kapuak Tetapkan 5 Calon Terpilih Hasil Pemilihan Langsung

"Isinya antara lain mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing Kementerian dan Lembaga serta Provinsi dan Kabupaten/Kota secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Monumen Bela Negara . Perjuangan kita sebelum menjadi kepala daerah bersama Rizki Kurniawan Alhamdulillah sekarang membuahkan hasil yang signifikan," ujar Safaruddin Dt. Bandaro Rajo.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat juga menyadari bahwa PDRI memang merupakan sejarah penting di Indonesia yang mesti mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah. Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) mengatakan dalam waktu dekat dana proyek pembangunan Kawasan Monumen Bela Negara akan segera turun.

baca juga: Kisah UM Sumatera Barat yang Raih Klik Award Karena Sukses Membangun Kampung Sarugo

"Percapatan pembangunan Bela Negara segara dilanjutkan, ini menjadi langkah bersejarah bagi Limapuluh Kota," ujar Wakil Bupati Lima Puluh Kota yang dikenal dengan nama RKN ini.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menjelaskan bahwa Pemerintah pusat mendukung penuh percepatan pembangunan kawasan Monumen Bela Negara . Dukungan itu terlihat dengan digelarnya rapat oleh Kemenko Polhukam bersama kementerian dan lembaga terkait pada 11 Februari lalu tentang perlunya menyepakati dasar hukum percepatan pembangunan monumen bela negara .

baca juga: Ikuti Pemilihan Duta Bahasa Sumbar 2021, Ini Harapan Ado Putri Adela

"Rapat tersebut juga merekomendasikan adanya rapat lanjutan guna mematangkan konsep penyelesaiannya, sekaligus berapa kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan monumen tersebut. Seperti diketahui sejatinya pembangunan monumen bela negara merupakan keinginan masyarakat Sumatera Barat sejak lama dan masyarakat telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan monumen seluas 50 Ha dan hingga 2013, baru 20 Ha yang dapat dibangun," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi